BBC navigation

Sleman tanggap darurat puting beliung

Terbaru  8 Desember 2012 - 16:05 WIB
Awan

BNPB menyebutkan angin puting beliung terjadi ketika cuaca cerah dan tiba-tiba berawan (foto ilustrasi)

Upaya untuk membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah warga masih dilakukan di sejumlah desa di Kabupaten Sleman, DIY, pasca terjadinya angin puting beliung.

Pembersihan dilakukan oleh warga dibantu aparat TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana daerah.

Angin puting beliung yang terjadi Jumat (7/12) kemarin, menerjang tiga desa di Kabupaten Sleman, yaitu Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan, Desa Maguwo Kecamatan Depok dan Desa Medomartani Kecamatan Ngemplak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menyebutkan sekitar 519 rumah rusak dan 16 orang luka, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

" Akibatnya 2 orang luka berat yang harus rawat inap, 12 orang luka ringan, 101 rumah rusak berat, 122 rumah rusak ringan, dan 296 rumah rusak ringan," jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya.

Selain rumah, kerusakan juga terjadi pada puluhan kandang ternak dan angin menyebabkan ratusan pohon tumbang.

Menyusul terjadinya angin puting beliung itu, Bupati Sleman menetapkan status tanggap darurat selama lima hari terhitung sejak 7-11 Desember 2012.

"Sejumlah posko tanggap darurat juga didirikan serta dapur umum di Dusun Bromonila, masyarakat yang rumahnya rusak berat, untuk sementara dititipkan ke tetangga terdekat," kata Sutopo.

Angin puting beliung terjadi dengan kecepatannya sekitar 60 kilometer per jam dengan durasi 10 menit.

Peristiwa itu tidak hanya menimbulkan kerusakan rumah warga dan tumbangnya pohon, tetapi juga sempat menganggu penerbangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Sejumlah pesawat tidak dapat mendarat, antara lain Merpati MZ 3450 dari Bandung, yang akhirnya dialihkan menuju Bandara Juanda Surabaya.

Sementara Garuda Indonesia GA 210 dari Jakarta terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Tetapi, pesawat Lion Air JT 556 dari Jakarta akhirnya dapat mendarat di Bandara Adisucipto setelah berputar di kawasan bandara selama 15 menit.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.