Polisi Malaysia didakwa melakukan tindakan perkosaan

Terbaru  16 November 2012 - 18:29 WIB

Polisi Malaysia tengah melakukan penjagaan di jalan-jalan protokol Kuala Lumpur.

Pengadilan sipil Malaysia di Penang mendakwa tiga polisi Malaysia melakukan perkosaan dan seks tanpa persetujuan terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia.

Disaksikan pengunjung sidang yang memadati ruangan pengadilan sipil di kawasan Butterworth, Penang, tiga anggota polisi Malaysia -- yang mengenakan seragam kepolisian -- mendengarkan dakwaan jaksa penuntut, Jumat (16/11) siang.

Pejabat pelaksana Konsulat Jenderal Indonesia di Penang, Malaysia, Sofiana Mufidah, yang menghadiri persidangan itu, mengatakan, ketiga anggota polisi berpangkat rendah itu didakwa melakukan tindakan perkosaan dan melakukan hubungan seks tanpa persetejuan.

Dari dakwaan itu, menurut Sofiana, ketiganya terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Kalau tuduhan dibawah section 376 itu, memang hukumannya penjara maksimum 20 tahun dan cambuk," kata Sofiana, mengutip keterangan dakwaan, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Jumat (16/11) sore.

Menurut Sofiana, sidang pertama ini dipenuhi pengunjung sidang. "Sidang berjalan hikmat, dan mengundang perhatian banyak orang. Jadi, penuh pengunjung."

Mengecam

Sejak kasus ini terungkap, jelas Sofiana, masyarakat Malaysia -- seperti diberitakan oleh sebagian medianya -- secara umum mengecamnya.

Kasus perkosaanterhadap TKI yang diduga dilakukan polisi Malaysia meningkatkan kembali sentimen anti Malaysia di Indonesia.

"Apalagi (pelaku perkosaan) dilakukan oleh aparat," jelasnya.

Namun demikian, tambahnya, ada segelintir warga Malaysia yang "menganggap korban tidak dipaksa".

Bagaimanapun, persidangan terhadap tiga anggota polisi Malaysia ini relatif cepat digelar semenjak kasus ini terungkap dua pekan lalu.

Pemerintah Malaysia sebelumnya berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini, setelah menimbulkan reaksi keras dari Jakarta.

Kasus perkosaan ini terungkap setelah korban mengadu ke salah-satu partai politik di Malaysia, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur.

Saat kasus ini merebak di masyarakat, Menlu Indonesia Marty Natalegawa langsung melakukan kontak diplomasi dengan Menlu Malaysia, meminta agar Malaysia menindaklanjutinya.

Menlu Malaysia kemudian mengecam terjadinya kasus ini dan menjanjikan penanganan yang tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia.

Sidang akan dilanjutkan pada 12 Desember nanti untuk mendengarkan kesaksian korban.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.