Soekarno-Hatta dianugerahi gelar pahlawan nasional

Terbaru  7 November 2012 - 17:01 WIB
Presiden SBY

Keluarga Presiden Soekarno dan Muhammad Hatta menyambut baik pemberian gelar pahlawan nasional.

Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta.

Presiden Yudhoyono menyerahkan gelar tersebut kepada Guntur Soekarnoputra yang mewakili keluarga mantan Presiden Soekarno dan juga kepada Meutia Hatta yang mewakili keluarga Muhammad Hatta di Istana Negara pada hari Rabu (7/11).

Berbeda dengan biasanya dalam penyerahan gelar pahlawan nasioanal kali ini Presiden Yudhoyono menyampaikan pidato khusus menjelaskan alasan pemerintah memberikan gelar tersebut kepada Soekarno dan Hatta.

"Benar bahwa Bung karno adalah presiden Indonesia pertama dan Bung Hatta adalah wakil presiden Indonesia pertama namun kebesaran dan peran sejarah mereka lebih dari itu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Bung Karno dan Bung Hatta adalah perintis kemerdekaan dan yang berperan penting mengantarkan kemerdekaan itu dan keduanya adalah putera terbaik bangsa yang dihormati dunia."

"Sudah sepantasnya kita menempatkan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai pahlawan nasional yang dikenang sepanjang masa."

Buang Stigma

"Gelar pahlawan yang diberikan kepada dua tokoh nasional ini adalah sangat wajar karena harusnya memang diberikan sejak dulu"

Megawati Soekarnoputri

Dalam kesempatan itu Presiden Yudhoyono juga mengatakan untuk tidak lagi melekatkan stigma negatif terhadap Bung Karno terkait dengan peristiwa gerakan 30 September pada tahun 1965.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia sebagai bentuk kecintaaan, penghormatan dan penghargaan kepada kedua bapak dan guru bangsa ini kita tinggalkan segala stigma dan pandangan yang tidak positif, yang tidak perlu dan tidak semestinya," kata Presiden Yudhoyono.

Tuduhan keterlibatan Soekarno dalam peristiwa tahun 1965 itu tersirat dalam dalam Tap MPRS 33 tahun 1967 yang dikeluarkan oleh rezim pemerintahan Presiden Soeharto namun belakangan ketetapan itu dihapus.

Keluarga Presiden Soekarno melalui putrinya Megawati Soekarnoputri mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh pemerintah hari ini.

Waktu tepat

"Gelar pahlawan yang diberikan kepada dua tokoh nasional ini adalah sangat wajar karena harusnya memang diberikan sejak dulu. Saya menyampaikan juga kepada seluruh rakyat indonesia yang pada waktu dulu berjuang bersama Bung Karno untuk menerima hal ini dengan baik dan bergembira," kata Megawati Soekarnoputri.

"Hal-hal yang terjadi di masa lalu terutama tentang Tap MPRS (33 tahun 1967) yang selama ini membelenggu Presiden Soekarno seperti kata Presiden tadi merupakan sebuah stigma maka itu sudah dinyatakan tidak ada lagi."

Pemerintah tidak memberikan banyak penjelasan saat ditanya kenapa pemberian itu baru dianugerahkan saat ini.

"Yang penting timing-nya (waktunya) harus pas," kata Ketua Dewan Gelar dan Tanda Jasa Kehormatan Djoko Suyanto saat ditanya kenapa pemberian gelar itu baru diberikan saat ini.

Penghargaan ini menurut Djoko merupakan hasil pembahasan selama kurang lebih enam bulan dan berdasarkan masukan dari sejumlah lembaga tinggi negara.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.