Menteri BUMN Dahlan Iskan serahkan dua nama

Terbaru  5 November 2012 - 13:07 WIB
dahlan iskan, dpr

Poster dukungan pada Menteri BUMN Dahlan Iskan di gerbang DPR

Menteri BUMN Dahlan Iskan memenuhi janjinya menerima panggilan Dewan Kehormatan DPR dan memberikan rincian tiga kasus dugaan pemerasan yang dilakukan anggota Dewan terhadap BUMN.

Dahlan dipanggil BK DPR untuk menjernihkan kontroversi seputar surat edarannya yang memerintahkan direksi BUMN agar tidak memberi 'upeti' kepada anggota DPR terkait interaksi dua lembaga itu, terutama saat Dewan membahas kepentingan BUMN.

"Saya serahkan tiga kejadian permintaan uang anggota Dewan pada BUMN, beserta nama BUMN-nya, nama anggota Dewan dan jumlah uang terkait", kata Dahlan usai pertemuan pada wartawan yang menunggu sejak pagi di luar ruang DK DPR.

"Dari tiga kejadian itu, dua kasus melibatkan satu anggota Dewan yang sama, jadi tadi saya hanya menyerahkan dua nama saja," rincian Dahlan.

Namun ia menolak menyebut rincian tersebut pada media termasuk inisial nama, jumlah uang atau kasus yang dimaksud.

"Sudah saya serahkan pada Dewan Kehormatan semuanya. Harap anda ingat itikad saya bukan bersih-bersih rumah tangga orang, tetapi membersihkan 'rumah' saya sendiri."

"Bukan rahasia lagi kalau BUMN itu dulu jadi sarang korupsi dan permainan."

'Empati'

Saat ditanya kenapa ia tidak langsung melapor pada KPK untuk kasus ini, Dahlan mengatakan dirinya masih mempertimbangkan.

dahlan iskan, dpr

Dahlan Iskan mengatakan ia 'berempati' pada anggota DPR

"Itu tadi, niat saya bukannya bersih-bersih rumah tangga orang lain. Tapi saya juga sedang pikir-pikir, nanti minta masukan dulu," kata Dahlan beralasan.

"Saya juga berempati (pada anggota Dewan), jangan-jangan dia sebenarnya bukan dalangnya."

Selanjutnya Badan kehormatan DPR dijadwalkan mendengar penjelasan dari Sekretaris Kementrian BUMN serta Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia, yang sempat membeberkan modus pemerasan yang dituduhkan anggota Dewan terhadap BUMN yang dikelolanya.

Dahlan menjadi sumber berita satu bulan terakhir setelah beredar surat yang ditandatanganinya, meminta agar direksi BUMN tak menyediakan pemberian apapun pada anggota DPR yang meminta.

Surat itu oleh sebagian kalangan DPR, termasuk ketuanya Marzuki Ali, dianggap sebagai fitnah karena tidak disebut dengan jelas siapa anggota dewan yang dimaksud. Belakangan sejumlah pejabat dan mantan pejabat BUMN mengakui pernah menjadi sasaran 'pemerasan' serupa, termasuk perusahaan penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines serta pabrik gula Rajawali Nusantara Indonesia.

Menurut dua BUMN tersebut, oknum anggota DPR mengancam tak meloloskan pembahasan anggaran penyertaan modal pemerintah bila permintaan pada BUMN tak dikabulkan. Modus lain menurut BUMN adalah tuntutan menggelar rapat di berbagai lokasi mewah dengan tanggungan BUMN meski fasilitas gedung DPR tersedia.

Dalam sejumlah kasus korupsi yang terungkap di sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi muncul pula modus penyerahan uang untuk 'melicinkan' pembahasan atau penyusunan UU tertentu, yang akan menentukan nasib BUMN/lembaga atau kementrian tertentu.

Sikap sebagian anggota DPR yang merasa dilecehkan oleh pernyataan Menteri Dahlan Iskan menjadi bulan-bulanan pengguna jejaring sosial di Indonesia. Mereka menilai sinyalemen terhadap perilaku koruptif di DPR sudah lama ada, dan sebagian besar mendukung Dahlan mengungkap nama-nama anggota Dewan yang diduga terlibat.

Langkah Dahlan mendapat dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti disampaikan Sekretaris Kabinet pekan lalu. Namun istana meminta agar Dahlan tidak mengumbar nama-nama tersebut selain di forum resmi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.