Perusahaan Inggris akan garap infrastruktur di RI

Terbaru  31 Oktober 2012 - 23:16 WIB
Bendera Indonesia dan Inggris di London

Bendera Merah Putih dan bendera Inggris menghiasi jalan menuju Istana Buckingham di London.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhamad Chatib Basri mengatakan beberapa perusahaan Inggris serius menggarap investasi infrastruktur di Indonesia.

Kepala BKPM Muhamad Chatib Basri mengatakan hal tersebut di London pada Rabu (31/10) bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Inggris selama tiga hari.

"Ada tahap perusahaan yang sudah pada tahap lebih matang yang pembicaraan sudah lebih teknis, bahkan Insya Allah minggu depan mereka akan mengirim orang ke Jakarta untuk explore (menjajaki) kemungkinan daerahnya, kemudian berbicara lebih jauh dengan pemerintah daerah, dengan kementerian-kementerian lain," kata Chatib Basri.

Namun dia tidak bersedia menjelaskan nama perusahaan Inggris yang akan mengirim perwakilan ke Indonesia itu sebab, lanjutnya, masalah ini peka bagi perusahaan tersebut.

Kepala BKPM dijadwalkan akan menggelar pertemuan lagi dengan sejumlah perusahaan Inggris pada Jumat. Menurut Chatib Basri, pertemuan tersebut berada pada tahap yang matang.

Dilihat dari segi realisasi investasi, Inggris tercatat sebagai negara terbesar keempat yang menanamkan modal di Indonesia. Penanam modal terbesar adalah Singapura, disusul Jepang dan Korea Selatan.

Realisasi investasi Inggris di Indonesia semakin signifikan belakangan.

"Bahkan di kuartal ketiga naiknya tinggi sekali, realisasinya hampir mendekati US$900 juta. Itu cerminan bahwa mereka juga melihat Indonesia," jelas Chatib Basri.

Perusahaan Inggris tertarik investasi di RI

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhamad Chatib Basri kepada Rohmatin Bonasir mengatakan perusahaan-perusahaan Inggris tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dan sudah ada perusahaan yang mengirimkan utusan ke Indonesia.

Dengarmp3

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.