Polda Sulteng identifikasi pembunuh polisi Poso

Terbaru  18 Oktober 2012 - 13:11 WIB
Polisi

Polisi mengatakan pelaku pembunuhan tergabung dalam kelompok lama yang pernah terlibat konflik di Poso.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah mengatakan sudah mengidentifikasi pelaku pembunuhan terhadap dua anggota Polres Poso yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terkubur di Selasa (16/10) lalu.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Pol Dewa Parsana mengatakan polisi mengejar dengan seluruh kekuatan yang ada.

"Identitas pelaku sudah diketahui tapi karena kepentingan penyelidikan kita tidak boleh membuka hanya saja kita memang membutuhkan waktu (untuk menangkapnya) karena kelompok itu berada di ujung gunung," kata Parsana kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Parsana mengatakan pelaku pembunuhan tergabung dalam kelompok lama yang diduga berperan memantik konflik di Poso, namun bukan warga asli.

"Mereka merupakan orang-orang luar lah. Wilayahnya luas dan banyak simpatisan di sana jadi lebih gampang mereka masuk ke sana."

Namun Parsana menolak menyebut kelompok mana atau dari daerah mana tersangka pelaku pembunuhan dan kelompoknya berasal.

Kepala Unit Intelijen Kepolisian Sektor Poso Pesisir, Brigadir Pol Sudirman dan anggota tim buru sergap Kepolisian Resor Poso, Brigadir Satu Pol Andi Sapa, dinyatakan hilang sejak Senin (8/10) namun baru ditemukan tak bernyawa dengan luka di leher yang diduga akibat benda tajam, lebih sepekan kemudian.

Kedua aparat dikabarkan tengah mengintai keberadaan kelompok teror yang tengah berlatih di sekitar perbukitan dekat Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kabupaten Poso Pesisir.

Lembaga anti teror, termasuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, menduga pembunuhan dilakukan oleh simpatisan kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), sebuah tudingan yang dibantah organisasi tersebut.

Juru Bicara Jamaah Anshaut Tauhid, Son Hadi bin Muhadjir kepada BBC mengatakan tidak pernah memiliki pelatihan militer di Poso atau tempat lainnya di Indonesia.

Libatkan TNI

Sejumlah media menyebut operasi pengejaran terhadap pelaku dilakukan besar-besaran termasuk dengan operasi gabungan antara personel Polda Sulawesi Tengah dengan anggota Balaion TNI Sinyuwu Maroso.

"Identitas pelaku sudah teridentisir tapi karena kepentingan penyelidikan kita tidak boleh membuka hanya saja kita memang membutuhkan waktu (untuk menangkapnya) karena kelompok itu berada di ujung gunung"

Dewa Parsana

Meski menolak menyebut jumlah aparat yang diterjunkan, pelibatan anggota TNI ini diakui Dewa Parsana menunjukkan gentingnya situasi.

"Di Indonesia ini kita tidak bisa bekerja sendiri dan TNI itu juga unsur keamanan jadi alangkah baiknya kalau bersama," jelas Parsana.

Parsana membantah pemberitaan yang menyebut adanya mobilisasi pasukan besar-besaran dari Mabes Polri dengan alasan personel polisi dan TNI setempat cukup untuk menggelar operasi.

Pengejaran terhadap pelaku memakan waktu, menurut Parsana, antara lain karena alasan geografis dimana sebagian wilayah Poso Pesisir ditutup pegunungan hingga menyulitkan pengejaran.

Kedua korban, Brigadir Pol Sudirman dan Brigadir Satu Pol Andi Sapa hari ini dimakamkan. Kapolri menganugerahkan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat kepada keduanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.