Kereta anjlok perjalanan warga terganggu

Terbaru  4 Oktober 2012 - 16:04 WIB
commuter line

PT KAI mengatakan penyebab kecelakaan masih diselidiki

PT KAI masih berupaya mengevakuasi rangkaian kereta commuter line yang anjlok di Stasiun Cilebut, Jawa Barat pada Kamis pagi.

Sejumlah perjalanan kereta jurusan Bogor-Jakarta dan sebaliknya dibatalkan. PT KAI juga mengatakan mereka masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Kepala Daerah Operasi I Jabodetabek PT KAI, Mateta Rijalulhaq mengatakan, kereta anjlok di Stasiun Cilebut diduga disebabkan oleh adanya rel kereta yang "gompal".

Rel gompal menurut Mateta adalah rel yang lepas di antara persambungan rel yang tidak terlalu besar dan sangat mempengaruhi kondisi kereta.

"Untuk pengaturan operasi, dari arah Jakarta hanya sampai Stasiun Bojong Gede dan untuk calon penumpang dari arah Bogor dan Cilebut harus naik dari Bojong Gede,"kata Mateta pada BBC Indonesia.

Namun ia menolak menjawab adanya kemungkinan unsur sabotase.

"Saya tidak berwenang menjawab hal itu."

Mateta juga mengatakan PT KAI akan melakukan penyelidikan secara intensif.

Kecelakaan terjadi saat kereta commuter line yang berangkat dari Bogor jam 6.30 anjlok di Stasiun Cilebut, gerbong kereta keluar dari rel dan menabrak peron.

Teguran untuk pemerintah

Insiden ini terjadi hanya empat hari pasca PT KAI menerapkan tarif baru commuter line yang naik Rp2000 untuk setiap rute.

Sementara itu Nurcahyo perwakilan komunitas pengguna kereta KRLMania mengatakan kecelakaan itu adalah teguran untuk pemerintah.

"Kita sangat prihatin karena itu musibah bagi kita semua dan itu menjadi teguran bagi pemerintah agar lebih perhatian pada performa transportasi massal karena yang anjlok commuter line dan bukan kereta ekonomi," kata Nurcahyo.

Menurut dia, commuter line telah menjadi alat transportasi primer bagi warga Jakarta dan karena itu sejak lama KRLMania meminta PT KAI agar lebih memperhatian keselamatan penumpang.

"Belum lama ini di Depok Baru ada penumpang meninggal karena jatuh dari kereta, kami melihat itu karena belum ada SOP yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan saat kedatangan dan keberangkatan kereta demi menjamin keselamatan penumpang," tambahnya.

Terkait kenaikan tarif, ia mengatakan sejak 1 Oktober belum ada kemajuan pelayanan dan masih ada masalah-masalah klasik.

"Seperti AC mati, pintu terbuka, terlambat datang masih terjadi padahal janjinya pelayanan akan dinaikkan," pungkas Nurcahyo.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.