Hukuman Tajul Muluk menjadi empat tahun penjara

Terbaru  21 September 2012 - 17:22 WIB
Komunitas Syiah Sampang

Ratusan orang penganut Syiah Sampang mengungsi ke lapangan tenis tertutup.

Vonis pemimpin komunitas Islam Syiah di Sampang, Madura, Tajul Muluk, ditambah menjadi empat tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi di Jawa Timur.

Putusan ini lebih berat dua tahun dari putusan pengadilan Negeri Sampang pada Juli lalu, seperti disampaikan oleh kuasa hukum Tajul Muluk.

Salah seorang kuasa hukum Tajul Muluk, Asfinawati, mengatakan belum menerima salinan putusan pengadilan tinggi, tetapi akan mengajukan kasasi.

"Kami akan mengajukan kasasi karena menilai kasus penodaan agama yang dituduhkan tidak terbukti dalam persidangan," kata Asfinawati.

"Salah satu tuduhan yang diajukan kepada Ustad Tajul adalam mengajarkan Al Qur'an yang tidak asli padahal bukti menunjukan bahwa dia mengajarkan Al Qur'an yang asli," tambahnya.

Sebelumnya, Juli lalu dalam sidang di Pengadilan Negeri Sampang, hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu empat tahun.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri Sampang, Madura, dalam amar putusannya menganggap Tajul Muluk terbukti bersalah melakukan penodaan agama, seperti diatur dalam pasal 154 a KUHP.

Dianggap cacat hukum

"Kami akan mengajukan kasasi karena menilai kasus penodaan agama yang dituduhkan tidak terbukti dalam persidangan."

Asfinawati

Tajul Muluk dan jaksa penuntut sama-sama mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Sebelumnya sejumlah pakar hukum dari Yogyakarta menilai vonis terhadap Tajul Muluk cacat hukum dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang yang menjatuhkan vonis itu tidak profesional dan proporsional.

Kesimpulan itu diperoleh para pakar hukum setelah melakukan eksaminasi terhadap putusan Pengadilan Negeri Sampang terhadap pemimpin Syiah Sampang.

Kasus tuduhan penodaan agama ini berawal dari kasus pembakaran rumah, mushola, dan pesantren milik Tajul Muluk dan warga Syiah di Sampang akhir Desember tahun lalu, yang diduga dilakukan komunitas Sunni di wilayah tersebut.

Penyerangan terhadap komunitas Syiah di Sampang kembali terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 26 Agustus lalu.

Warga Syiah diusir dari kampungnya di Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, setelah sebagian besar rumah mereka dibakar dan dirusak oleh sekelompok orang.

Ratusan umat Syiah yang mengungsi itu masih menempati Gelanggang Olahraga Sampang dan sempat muncul usulan agar para pengungsi Syiah itu direlokasi ke daerah lain.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.