BBC navigation

Hujan debu di Ternate karena letusan Gamalama

Terbaru  16 September 2012 - 16:59 WIB
Peta gunung api

Gamalama juga meletus Desember lalu dan memaksa ribuan warga mengungsi.

Gunung api Gamalama di Maluku Utara meletus lagi Minggu siang (16/9) setelah sempat mereda pasca letusan terakhir pada Sabtu malam.

Menurut laporan Pos Pemantauan Gamalama, letusan disertai suara gemuruh sedang dengan asap letusan menyembur hingga radius 1km ke arah tenggara dan selatan kota Ternate.

Akibat hujan abu jarak pandang kini diperkirakan tinggal mencapai 50m dengan kondisi udara yang diselimuti debu.

Menurut pesan singkat yang dikirim oleh Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional Sutopo Purwo Nugroho, badan penanggulangan bencana setempat sedang berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk menyediakan masker bagi warga.

Untuk mencegah terjangkitanya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) masyarakat dihimbau tidak keluar rumah "karena debu sudah menutup seluruh Kota Ternate".

Namun dua jam setelah semburan debu ini, kondisi Ternate dinyata sudah kembali kondusif.

"Semburan debu sudah tidak ada lagi, cuaca sudah kembali cerah," kata Arief Armayn, Kepala BPBD Maluku Utara kepada wartawan BBC Dewi Safitri di Jakarta.

Hujan debu menurut Arief sebagian besar mengarah ke selatan dan tenggara Ternate, sehingga ibukota provinsi termasuk yang cukup parah terguyur abu.

"Tapi tidak sampai 2cm (seperti yang diberitakan), mungkin 1cm saja," tambahnya.

Banjir lahar

Meski letusan sementara berhenti, masyarakat tetap diminta waspada karena setelah aktivitas terakhir Gamalama pos pemantau gunung api justru meningkatkan status kewaspadaan menjadi Siaga dari sebelumnya hanya Waspada.

"Karena aktivitasnya memang meningkat dan tidak ada jaminan bahwa meski sekarang cerah nanti tidak akan menyembur lagi," Arief menjelaskan.

Menurutnya pemerintah daerah dan BPBD maluku Utara sudah siap jika situasi memburuk termasuk dengan koordinasi dengan dinas Kesehatan dan pemerintah Kabupaten untuk menyediakan lokasi pengungsian hingga membagikan masker.

"Jangan sampai kondisi dimanfaatkan pedagang pinggir jalan dengan menjual masker harga selangit."

"Kita takut kalau hujan maka jutaan kubik material vulkanik di lereng (gunung Gamalama) aka terbawa ke kota"

Nardiansyah Noor

Di tengah paniknya warga dan kelangkaan masker, pengalaman letusan Gunung gamalama sebelumnya justru dipakai ajang mencari keuntungans sejumlah orang dengan menjual selembar masker yang normalnya seharga Rp1000 menjadi Rp20000.

Sementara kekhawatiran sebagian warga Ternate saat ini adaah turunnya hujan besar.

"Kita takut kalau hujan maka jutaan kubik material vulkanik di lereng (gunung Gamalama) aka terbawa ke kota," kata Nardiansyah Noor yang tinggal di Tapure, Kota Ternate Utara.

Nardiansyah mengatakan dibanding letusan serupa Desember lalu yang memaksa ribuan warga mengungsi, letusan kali ini tidak terlalu parah.

"Aktivitas penerbanga di Bandara Sultan Babullah juga masih jalan kok," tambahnya.

Namun dirinya memilih tak keluar rumah, mengikuti anjuran aparat agar tinggal di rumah "kecuali bila sangat mendesak".

Gunung api aktif tersebar di sejumlah titik di kepulauan Maluku.

Selain Gamalama, Gunung Dukono di Halmahera juga meletus Mei lalu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.