PT KAI: Tidak ada lagi penumpang naik di atap

Terbaru  1 Agustus 2012 - 16:55 WIB
train roofriders

PT KAI akan membangun jembatan penyebrangan di atas rel kereta

PT Kereta Api Indonesia mengklaim sejak kabel listrik aliran atas (LAA) diturunkan, tidak ada lagi penumpang yang nekad naik di atap kereta.

Pernyataan itu disampaikan humas PT KAI Daerah Operasional I, Mateta Rizalulhaq kepada BBC.

"Penurunan kabel listrik itu mulai berdampak. Penumpang [kereta] ekonomi yang biasanya naik di atas sekarang sudah bersih," kata Mateta.

Kebijakan untuk menurunkan kabel LAA dari ketinggian lima meter menjadi 4,4 meter diambil setelah beberapa upaya penertiban dengan cara memasang bola-bola beton, pemasangan kawat berduri, pemberian oli di atap KA, menyemprotkan cairan berwarna dan pemasangan papan peringatan atau pintu koboi tidak ada yang berhasil.

PT KAI berharap dampak positif ini akan bertahan dan kebijakan ini tetap akan dijalankan apa pun risikonya

"Ada satu penumpang yang tersengat, dia hanya mengalami shock..tidak meninggal dunia," kata dia.

Selain berfungsi untuk menghalau penumpang naik ke atap, penurunan kabel tersebut juga berfungsi memastikan tidak ada kekosongan arus listrik.

"Dengan ketinggian lima meter sering terjadi kekosongan penghantaran arus listrik sehingga sering kejadian putus arus listrik dan menghambat operasional kereta api,!" kata Mateta.

Jembatan penyeberangan

Penurunan kabel LAA ini kemungkinan akan bersifat permanen karena PT KAI berencana membangun jembatan penyeberangan di atas rel kereta.

"Jadi tinggi kabel memang harus diturunkan dulu sehingga jembatan penyeberangan orang tidak terlalu tinggi," kata Mateta lagi.

Penurunan kabel LAA pertama kali dilakukan pada 27-28 Juli di Stasiun Cilebut disusul Bojong Gede pada 30-31 Juli.

Penurunan LAA kemudian akan dilanjutkan di flyover Depok Lama pada 1-2 Agustus, lalu Depok Baru pada 3-4 Agustus dan Tebet-Manggarai pada 6-7 Agustus. Kemudian tahap penyelesaian akan dilakukan pada 8-10 Agustus.

PT KAI mengoperasikan jalur kereta Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi yang melayani lebih dari 400.000 penumpang setiap harinya. Manajemen menargetkan dapat mengangkut 1,2 juta penumpang setiap hari tetapi target itu tergantung kesediaan pemerintah karena untuk mencapai target itu, PT KAI memerlukan 1440 rangkaian, sedangkan saat ini rangkaian yang tersedia hanya 400 buah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.