Banjir rendam Ambon, tiga orang tewas

Terbaru  1 Agustus 2012 - 15:41 WIB

Hujan deras yang mengguyur Ambon sejak Selasa sampai Rabu dini hari, menyebabkan banjir melanda kawasan itu.

Hujan deras yang mengguyur Ambon dan sekitarnya sejak Selasa hingga Rabu (01/08) dini hari menyebabkan Ambon terendam banjir.

Laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, menyebutkan, banjir tersebut menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas.

Sejumlah wilayah di Ambon yang dilaporkan terendam banjir antara lain Galala, Lateri, Passo, Laha-Tawiri serta Leitimur Selatan.

Di beberapa tempat juga terjadi tanah longsor, seperti di Batu Gajah, Mangga Dua, Karang Panjang, Batu Merah, serta Kebun Cengkeh.

"Sejumlah ruas juga mengalami amblas," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, dalam keterangan resminya yang diterima BBC Indonesia, Rabu (01/08) siang.

Laporan yang diterima BNPB menyebutkan, tiga orang meninggal dunia, yaitu satu orang warga di BTN Kanawa, serta dua orang lainnya adalah warga Negeri Lama.

Sebagian besar pemukiman di dua wilayah itu, masih kata BNPB, terisolasi sehingga perlu dievakuasi dengan tali.

Disebutkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah telah berkoordinasi dengan instansi tentang tanggap darurat maupun proses evakuasi.

Saat ini BNPD tengah mendata, menangani pengungsi serta kerusakan akibat banjir.

Hujan lebat

Saat ini, menurut BNPB, siklon tropis Saola di perairan Filipina bagian utara makin menguat dengan tekanan terendah 950 mb dan kekuatan 80 knot (150 km/jam).

Pergerakannya cenderung ke arah utara barat laut menjauhi wilayah Indonesia, demikian keterangan resmi BNPB.

BMKG sendiri telah menyampaikan info ke Posko BNPB, bahwa wilayah yang berpotensi hujan lebat terjadi di Kalimantan tengah bagian Tengah dan Utara, Maluku Utara bagian tengah dan tenggara, Papua Barat bagian barat, dan Papua bagian tengah.

Sedangkan Sulawesi Tengah bagian timur berpeluang hujan lebat diiringi kilat dan angin kencang.

Sementara, gelombang dengan tinggi 3-5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepualuan Sangihe Talaud, Laut Maluku, serta Perairan Selatan Sulawesi Utara.

Situasi serupa diperkirakan akan terjadi di laut Banda bagian tengah dan timur, perairan selatan Ambon, perairan Tanimbar, Laut Arafuru dan Laut China Selatan.

Masyarakat dihimbau untuk waspada dan melakukan siap-siaga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.