Miranda bantah seluruh dakwaan Jaksa

Terbaru  24 Juli 2012 - 13:24 WIB
Miranda Goeltom

Miranda membantah dakwaan Jaksa terkait dugaan suap kepada anggota DPR.

Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan perdana terdakwa Miranda Goeltom mendakwa mantan Deputi Gubernur Senior BI itu terlibat upaya penyuapan anggota DPR Komisi IX periode 1999-2004 lalu.

Miranda menurut jaksa bersama Nunun Nurbaeti ikut memberikan cek pelawat senilai Rp24 miliar kepada anggota DPR dengan maksud mendukungnya dalam proses uji kelayakan dan kepatutan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

"Memberi sesuatu yaitu memberi travel cheque Bank Internasional Indonesia senilai Rp20,850 miliar rupiah melalui Ahmad Hakim Safari MJ alias Ari Malangyudo yang merupakan bagian dari 480 lembar travel cheque senilai Rp24 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu antara lain kepada Hamka Yamdu anggota fraksi Golkar, Dudhi Makmun Murod anggota Fraksi PDI Perjuangan, Endin AJ Soefihara anggota Fraksi PPP," kata Jaksa Penuntut Umum Supardi.

"Pemberian berhubungan dengan proses pemilihan terdakwa sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia," sambung jaksa.

Jaksa dalam dakwaanya juga mengatakan Miranda bersama Nunun telah mengatur sejumlah pertemuan dengan anggota DPR untuk mengarahkan pertanyaan dalam proses uji kelayakan dan kepatutan pemilihan DGSBI tahun 2004 lalu.

Dengan bukti yang telah dikumpulkan Jaksa mendakwa Miranda dengan pasal 5 ayat 1 huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 250 juta.

Bantahan Miranda

"Saya tidak mengetahui rencana ataupun pelaksanaan pemberian travel cek yang menurut penuntut dibagikan untuk memenangkan posisi sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia"

Miranda Goeltom

Dalam sidang perdana kali ini Miranda Goeltom bersama pengacaranya langsung membacakan pembelaan atas dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum.

Miranda dalam pembelaan pribadinya mengatakan dia tidak mengerti dengan isi dakwaan jaksa dan mengaku tidak mengetahui semua hal yang dituduhkan jaksa dalam dakwaannya.

"Saya tidak mengetahui rencana ataupun pelaksanaan pemberian travel cheque yang menurut penuntut dibagikan untuk memenangkan posisi sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia," kata Miranda Goeltom.

"Untuk menyatakan dan menjadikan seseorang menjadi saksi, orang tersebut harus memenuhi syarat melihat, mendengar, atau mengalami sendiri dengan panca indra yang dimilikinya."

Dia juga meminta hakim menolak dakwaan jaksa karena tidak adanya bukti kuat yang bisa mengaitkannya dengan kasus suap ini.

Sidang ini sendiri akan dilanjutkan pada 27 Juli mendatang dengan agenda mendengarkan jawaban jaksa atas eksepsi Miranda dan tim pengacaranya.

Kasus suap pemilihan deputi gubernur senior tahun 2004 lalu ini sebelumnya telah menyeret sejumlah anggota DPR periode 1999-2004 seperti Dudhie Makmun Murod, , Udju Djuhaeri, Hamka Yandhu dan Paskah Suzetta, yang sudah divonis bersalah.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor juga memutuskan Nunun Nurbaeti bersalah dan dijatuhi hukuman selama 2,5 tahun penjara karena menebar cek pelawat sebesar 24 miliar rupiah kepada anggota DPR agar memilih Miranda Goeltom.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.