Cara murah melacak pergerakan ikan hiu paus

Terbaru  17 Juli 2012 - 19:54 WIB
hiu paus

Hiu paus di Teluk Cendrawasih memangsa ikan dari jalan nelayan setempat.

Para pegiat lingkungan di Indonesia menemukan cara murah untuk memasang alat pelacak (tag) pada ikan hiu paus di Teluk Cendrawasih, Papua.

Beny Ahadian Noor dari WWF Indonesia menjelaskan, pemasangan alat tersebut dimungkinkan karena hiu-hius paus di Teluk Cendrawasih cukup jinak.

"Ikan-ikan ini sepertinya tidak terganggu dengan kehadiran manusia dan para ahli kami bisa memasang alat pelacak tersebut," kata Beny kepada BBC Indonesia, hari Selasa (17/07).

Video yang diunggah organisasi lingkungan Conservation International di YouTube menunjukkan hiu paus mengambil ikan-ikan kecil dari jala nelayan di Teluk Cendrawasih.

Ahli biologi laut, Mark Erdmann, mengatakan kebiasaan unik hiu paus, yang ukuran badannya bisa mencapai 13,4 meter, di teluk ini memudahkan para ahli memasang alat.

"Sebenarnya cukup sulit untuk berenang di dalam laut dan kemudian memasang alat ke badan ikan ini," kata Erdmann seperti dikutip kantor berita AFP.

Dipasang di 30 ikan

"Di Teluk Cendrawasih, ikan-ikan hiu paus sering terlihat berkelompok memangsa ikan-ikan kecil di jala-jala nelayan," jelas Erdmann.

Alat pelacak yang dipakai WWF menggunakan frekuensi radio (RFID), alat yang biasanya banyak dipasang di hewan-hewan piaraan. Satu unit alat ini berharga sekitar US$4 (sekitar Rp36.000).

Bila memakai teknologi satelit, pelacakan dan pemantauan ikan seperti hiu paus, mungkin bisa memakan biaya ribuan dollar.

Menurut Beny ini untuk pertama kalinya RFID dipakai untuk memantau ikan hiu paus.

Beny mengungkapkan hingga Juni lalu pihaknya telah memasang alat ke 30 hiu paus.

"Kami berharap dengan alat ini kami mendapatkan informasi lebih banyak tentang ikan ini. Misalnya bagaimana pergerakan mereka dan potensi ancaman yang ada di lapangan terhadap ikan ini," kata Beny.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.