Pencari suaka menolak pertolongan Indonesia

Terbaru  5 Juli 2012 - 08:39 WIB

Para pencari suaka akan dibawa ke Pulau Christmas

Sebanyak 162 orang pencari suaka yang ditemukan di perairan antara Indonesia dan Australia telah mendapat pertolongan dari Australia dan dibawa ke pusat penampungan imigran dengan kapal perang HMS Wollongong milik Angkatan Laut Australia, Kamis (05/07).

Tiga orang memerlukan perawatan medis, termasuk seorang pria yang menderita serangan jantung dan diresusitasi oleh personil militer, kata juru bicara Otoritas Keamanan Maritim Australia Jo Meehan.

Kapal itu mengeluarkan sinyal darurat setelah terapung 80 kilometer lepas pantai pulau Panaitan, Indonesia. Gagah Prakoso juru bicara Basarnas mengatakan, meski masih berada di wilayah Indonesia, tetapi para penumpang kapal menolak ditolong kapal Indonesia dan memilih untuk diselamatkan kapal Australia.

"Mereka [para pencari suaka] meminta pertolongan melalui telepon satelit tetapi ketika petugas Indonesia yang mengangkat, mereka menutup telepon karena mereka ingin diselamatkan atau ditangkap oleh Australia," kata Gagah pada Sigit Purnomo dari BBC Indonesia.

Menurut Gagah, masuknya kapal Australia ke wilayah Indonesia dalam misi kemanusiaan sebagai hal yang wajar.

"Kapal perang asing yang memasuki perairan Indonesia untuk misi kemanusiaan, dapat masuk terlebih dahulu baru kemudian diurus clearance [izinnya]. Jika kita bicara kemanusiaan, kita harus melupakan peraturan. Ini bukan lagi soal borders [perbatasan] dan sebagainya, tetapi bagaimana menemukan kapal itu secepat mungkin," kata dia.

Penemuan kapal pencari suaka ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Yudhoyono dan PM Australia Julia Gilard menyepakati kerjasama penanggulangan pencari suaka. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak kapal pencari suaka ke Australia yang melintas perairan Indonesia dan tenggelam sebelum tiba di Australia. 21 Juni lalu sebuah kapal karam dekat Pulau Christmas, 17 orang tewas dan 110 lainnya berhasil diselamatkan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.