Menkes: Tanpa kondom, jutaan rakyat Indonesia terancam AIDS

Terbaru  25 Juni 2012 - 12:49 WIB

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan tanpa program terobosan untuk mencegah penularan AIDS, maka lebih dari 1,8 juta rakyat Indonesia terancam terinfeksi penyakit mematikan ini.

Nafsiah menyampaikan data itu itu dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR Jakarta, Senin (25/06).

"Kalau tidak ada peningkatan program penanganan terobosan maka pada tahun 2025 akan ada 1.817.700 orang terinfeksi AIDS," kata Nafsiah.

Menurut dia, satu-satunya cara untuk mencegah penularan itu adalah "dengan menggunakan kondom dari laki-laki yang berisiko kepada perempuan pekerja seks mau pun istrinya."

Sementara itu anggota komisi dari PKS, Indra, mempertanyakan keputusan Nafsiah mengedepankan program kondom yang dinilainya seolah memberikan legalisasi perilaku seks bebas.

"Mudah-mudahan bukan menteri kondom. Saya melihat kampanye kondom menjadi program utama ibu. Kemampuan kondom tidak jauh lebih baik mencegah penularan aids. Indonesia negara penuh morma budaya, saya ragu jangkauan pemikiran sosiologis ibu," kata Indra.

Ia menambahkan menteri kesehatan seharusnya memotret persoalan lain seperti bobroknya pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Subagyo Partodihardjo dari Partai Demokrat mengatakan yang harus dicermati dari masalah kondom adalah soal kesehatan bukan moralnya.

"Urusan moral biar dikerjakan pejuang moral, disertai pendidikan seks yang diperbanyak," kata Subagyo.

Nafsiah juga memaparkan bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan pemetaan dan menemukan bahwa tidak ada satu pun pelabuhan dan terminal yang bebas dari pelacuran.

"Kalau ini tidak ditangani kita tidak akan bisa mencegah epidemi AIDS yang meluas," kata dia.

Rapat kerja hingga saat ini masih berlangsung.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.