BBC navigation

Indonesia upayakan pemulangan 25 anak dari Australia

Terbaru  25 Mei 2012 - 13:02 WIB

Ada 25 anak Indonesia ditahan di penjara-penjara Australia

Saat ini masih ada 25 anak Indonesia yang mendekam di penjara-penjara Australia karena terlibat kasus penyelundupan manusia, kata Konsul KJRI di Perth, Australia, Syahri Sadikin, Jumat (25/05).

Sebagian besar dari mereka tidak memiliki dokumen-dokumen yang sah bahkan data identitas diri.

"Kami sedang membantu mengupayakan ke 25 anak itu mendapatkan bukti data kelahiran yang sah dari orang tua mereka di Indonesia untuk membuktikan bahwa mereka memang masih anak-anak atau berusia di bawah 18 tahun," kata Sadikin pada BBC Indonesia.

Meski proses pengumpulan data legal berupa akta kelahiran atau ijazah sekolah memakan waktu karena tidak semua orang tua mereka memilikinya, data tersebut sangat penting untuk mengupayakan anak-anak itu bisa dikembalikan ke Indonesia.

"Saat ini Australia menggunakan teknologi bone density x-ray test yang mengukur kepadatan tulang untuk menentukan usia mereka tetapi cara itu kontroversial karena tidak selalu valid," kata Sadikin.

Pemerintah Indonesia dan kalangan pegiat perlindungan anak di Australia mendesak pemerintah Australia untuk meninjau kembali metode tersebut.

"Ada yang jelas-jelas masih anak-anak tapi dianggap sudah dewasa [berdasarkan tes] dan dimasukkan ke penjara dewasa," kata dia lagi.

Proses pengadilan

Anak-anak ini ditangkap di berbagai kota Australia antara 2009-2012 karena membantu para pendatang gelap atau pencari suaka memasuki Australia.

"Mereka umumnya menjadi awak kapal dan datang dari berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," kata Sadikin.

Meski masih menanti kejelasan usia, proses pengadilan terhadap anak-anak ini telah berlangsung.

"Ada yang sudah diputus kasusnya, ada yang baru mulai proses dan ada yang masih menunggu naik banding. Mereka mendapat bantuan hukum berupa pengacara dari pemerintah Australia," kata dia.

Pekan lalu, tiga orang anak telah dibebaskan dari penjara dan dikembalikan ke Indonesia setelah terbukti bahwa mereka masih berusia di bawah umur saat ditangkap.

"Mereka ditahan sejak 2009 jadi kami sangat senang akhirnya kami berhasil mengembalikan mereka ke rumah masing-masing walau pun harus melalui usaha yang panjang," kata Sadikin.

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin pada Kamis (24/05) mengatakan ia berharap agar "anak-anak kita yang berada di bawah umur (yang ditahan di Australia) bisa kembali berkumpul dengan keluarganya."'

Amir menyampaikan hal itu terkait pemberian keringanan hukum terhadap terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Corby. Ia mengingatkan kepada sejumlah anggota DPR yang mengritiknya bahwa kebijakan tersebut belakangan mampu mendorong pembebasan tahanan asal Indonesia di Malaysia, Arab Saudi dan Australia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.