BBC navigation

Kasus Corby: Australia bantah ada perjanjian khusus dengan Indonesia

Terbaru  23 Mei 2012 - 12:28 WIB

Schapelle Corby divonis 20 tahun penjara karena kepemilikan ganja

Australia pada Rabu (23/05) membantah laporan soal perjanjian khusus dengan Indonesia terkait warga negara Indonesia yang terlibat kasus penyelundupan manusia di penjara Australia, sebagai imbalan atas remisi untuk narapidana narkotika Schapelle Corby.

Namun Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr kepada kantor berita Associated Press mengakui bahwa pemerintah Indonesia memang memandang adanya kaitan antara kedua hal itu.

Corby, 34, yang dipenjara di LP Kerobokan, Bali, telah menerima informasi resmi bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabulkan permohonan remisi lima tahun dari total vonis 20 tahun karena menyelundupkan ganja ke Bali.

Pengacara Corby mengatakan dengan remisi tersebut dan ditambah dengan sejumlah remisi lain yang telah diterima sebelumnya, Corby dapat menghirup udara bebas tiga bulan mendatang.

Pekan lalu Australia membebaskan tiga remaja warga negara Indonesia yang ditahan karena tuduhan penyelundupan manusia. Sebanyak 22 kasus serupa lainnya juga sedang ditinjau ulang.

Namun Bob Carr mengatakan tidak ada perjanjian apa pun dengan Indonesia antara pembebasan tersebut dan remisi Corby.

"Pemerintah [Australia] tidak pernah membuat perjanjian apa pun dengan Indonesia," kata Carr kepada wartawan di Canberra seperti dikutip kantor berita AFP.

'Dengan atau tanpa Corby'

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Istana Negara mengatakan remisi Corby adalah bagian dari perjanjian dengan Australia agar pemerintah negara itu bersikap lebih lunak terhadap warga negara Indonesia berusia remaja yang ditangkap karena menjadi awak kapal pencari suaka.

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin dalam wawancara dengan BBC Indonesia mengatakan bahwa remisi itu seharusnya mendorong Australia untuk membebaskan lebih banyak lagi tahanan Indonesia.

"Itu cara pandang Indonesia," kata Carr. "Kami akan tetap membebaskan anak-anak itu dengan atau tanpa Schapelle Corby di penjara Bali," ia menambahkan.

Ia juga menolak berkomentar mengenai implikasi remisi ini untuk warga negara Australia lain yang dipenjara di Indonesia, termasuk kawanan penyelundup heroin Bali Nine.

Ia hanya menambahkan bahwa Canberra akan mendukung upaya pembebasan bersyarat Corby karena pengacaranya mengatakan kesehatannya menurun selama berada di penjara.

Berdasarkan salinan Keputusan Presiden yang diterima Pengadilan Negeri Denpasar, Yudhoyono menandatangani persetujuan remisi itu pada tanggal 15 Mei 2012.

Schapelle Corby, seorang mantan model pakaian dalam yang cukup terkenal di Australia, dinyatakan bersalah menyelundupkan ganja seberat 4,1kg yang ditemukan di tasnya ketika tiba di bandara Ngurah Rai, Denpasar pada tahun 2004.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.