BBC navigation

Kampung iklim untuk turunkan emisi

Terbaru  15 Mei 2012 - 10:22 WIB
Pesisir Jakarta

Masyarakat nelayan merupakan yang paling terdampak dalam perubahan iklim

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah meluncurkan program kampung iklim (ProKlim) sebagai salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca 26 % di tahun 2020.

Pemerintah menargetkan adanya 1.000 kampung iklim di Indonesia hingga 2020 mendatang.

Asisten Deputi Bidang Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Emma Rahmawati menjelaskan program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan ancaman perubahan iklim, terutama untuk daerah di pesisir Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan Kampung Iklim ini merupakan desa model pengelolaan kawasan yang ramah lingkungan, yang mengembangkan konsep pengurangan risiko bencana akibat perubahan iklim melalui upaya adaptasi dan mitigasi serta dapat memenuhi kebutuhan harian mereka, seperti pangan.

"Jika sebuah desa dapat memenuhi salah satu kriteria itu, maka dapat pula disebut kampung iklim, seperti desa yang mandiri energi, atau memenuhi kebutuhan pangan mereka," jelas Emma.

Emma mengatakan dalam program ini daerah diharapkan untuk menggali kekayaan lokal untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan ada beberapa daerah yang sebenarnya memenuhi syarat sebagai kampung iklim, seperti seperti Pati Jawa Tengah, Bantul Yogyakarta, serta wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.

Tetapi, dalam program ini, Kementrian Lingkungan Hidup menunggu insiatif dari masyarakat, swasta ataupun pemerintah daerah untuk mendaftarkan wilayahnya dalam program kampung iklim ini.

Inisiatif masyarakat

Petani

Para petani mengubah jadwal tanam karena perubahan cuaca yang tak menentu.

Inisiatif masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan membangun wilayah mereka sebagai kampung hijau dan juga mengelola sampah di sekitar mereka.

Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim CSF menilai langkah yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup itu tidak efektif, karena justru akan membebani masyarakat, apalagi mereka harus mendaftar untuk disebut sebagai kampung iklim.

Siti Maemunah dari CSF mengatakan selama ini sosilisasi mengenai perubahan iklim tidak efektif dilakukan kepada masyarakat.

"Pendekatan yang dilakukan terlalu ilmiah, masyarakat tidak mengetahui apa yang disebut sebagai perubahan iklim," kata Maemunah.

Menurut dia, dalam mengatasi perubahan iklim pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan yang tidak merusak lingkungan terutama di kawasan pesisir.

"Seperti kita tahu model pembangunan yang selama ini dilakukan tidak beranjak dari kegiatan yang eksploitasi seperti tambang pasir besi, ini yang seharusnya diperhatikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup," kata Maemunah.

Maemunah mengatakan masalah utama lingkungan yang dihadapi masyarakat lebih banyak karena kebijakan pemerintah yang mengeksploitasi sumber daya alam, dan malah membuat rentan masyarakat yang juga terdampak perubahan iklim.

Siti Maemunah mengatakan selama ini masyarakat sudah melakukan adaptasi dan mitigasi secara mandiri.

"Seperti nelayan mereka mengetahui adanya perubahan cuaca yang membuat mereka berhenti melaut, kemudian para petani juga mengubah pola tanam menyesuaikan dengan musimnya," kata dia.

CSF menilai adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh kementrian dengan kebijakan yang terintegrasi, dan Selama ini, CSF mengatakan langkah yang efektif dilakukan adalah berupaya untuk membuat jaringan informasi antar masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.