BBC navigation

Terungkap, penangkapan ikan hiu di Raja Ampat

Terbaru  6 Mei 2012 - 18:01 WIB

Ikan Hiu banyak diburu secara ilegal oleh para nelayan di kawan perairan Raja Ampat, Papua.

Terungkapnya kasus penangkapan ikan hiu secara ilegal di kawasan perairan Raja Ampat, Papua pada pekan lalu, dikhawatirkan dapat merusak proses peremajaan hiu di kawasan konservasi tersebut.

Organisasi Conservation International, CI, mengkhawatirkan perburuan ikan hiu secara ilegal oleh kehadiran nelayan di wilayah yang dilindungi itu akan berdampak pada ekosistem dan populasi jenis ikan tertentu.

"Saya khawatir, penangkapan ikan hiu yang mulai marak dalam satu bulan terakhir, menganggu sumber pengembangan ekonomi warga Raja Ampat di masa datang," kata manajer program CI di kawasan Raja Ampat, Albert Nebore, saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Minggu (06/05) sore.

Menurut Albert, penangkapan ikan hiu terjadi di sekitar Pulau Sayang dan Pulau Piai yang terletak di Kawasan Konservasi Perairan Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat.

"Rupanya, para nelayan itu tahu bahwa peremajaan populasi ikan hiu berhasil, sehingga mereka datang lagi ke perairan itu untuk menangkapinya," jelas Albert.

Tokoh Adat dan Masyarakat serta pejabat lokal di wilayah Raja Ampat juga menyayangkan terjadinya penangkapan ikan hiu di kawasan konservasi itu.

“Aktivitas nelayan ilegal di Pulau Sayang jelas melanggar peraturan kawasan konservasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dan Pemerintah Nasional," kata Sekretaris Daerah Raja Ampat Ferdinand Dimara.

Puluhan nelayan ditangkap

Sementara, tokoh adat dan masyarakat Raja Ampat Hengky Gaman mengecam kejadian tersebut dan meminta pemerintah turun tangan. "Karena mereka telah melakukan pencurian di wilayah yang selama ini kami lindungi," kata Hengky, seperti dikutip keterangan tertulis CI.

"Rupanya para nelayan itu tahu bahwa peremajaan populasi ikan hiu berhasil, sehingga mereka datang lagi untuk menangkapnya."

Albert Nebore, manajer program Conservation International di Raja Ampat

Lebih lanjut keterangan pers CI menyebutkan, kasus penangkapan ikan hiu secara ilegal ini terungkap setelah patroli Angkatan Laut Indonesia di perairan setempat menangkap sedikitnya 33 kapal nelayan yang beroperasi secara ilegal di kawasan tersebut, akhir April lalu.

Namun sebelumnya, patroli yang dilakukan masyarakat kampung Salyo dan Selpele sudah terlebih dulu mengungkap adanya penangkapan hiu ilegal ini.

Masyarakat kemudian melaporkan hal ini ke Pos Angkatan Laut Waisai yang kemudian bersama masyarakat setempat melakukan patroli bersama.

Sebagian nelayan itu diketahui berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara, Halmahera, serta Sorong, Papua.

Kepulauan Raja Ampat, yang memiliki kurang lebih 1500 pulau kecil, merupakan taman laut terbesar di Indonesia.

Kehidupan hayati dan biota laut Raja Ampat disebut paling kaya dan beranekaragam dari seluruh area taman laut di wilayah segitiga koral dunia, yaitu Filipina, Indonesia, serta Papua Nugini.

Segitiga coral ini merupakan jantung kekayaan terumbu karang dunia yang dilindungi dan ditetapkan berdasarkan konservasi perlindungan alam Internasional.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.