BBC navigation

Meski kecewa, Irwandi Yusuf hormati putusan MK

Terbaru  4 Mei 2012 - 16:50 WIB

Putusan MK memberi legitimasi kemenangan gubernur yang diajukan Partai Aceh.

Walaupun merasa sedikit kecewa terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatannya terkait hasil Pemilukada Aceh, Irwandi Yusuf menerima putusan tersebut.

"Irwandi Yusuf menghormati putusan MK, walaupun sebenarnya ada sedikit kekecewaan," kata kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Jumat (04/05) siang.

Lebih lanjut menurut Sayuti, Irwandi Yusuf melayangkan gugatan terkait Pemilukada Aceh bukan sekedar persoalan kalah atau menang, tetapi lebih sebagai upaya pendidikan politik.

"Yaitu agar masyarakat Aceh bisa berpolitik secara santun dan beradab, karena pilkada kemarin penuh teror, intimidasi dan kekerasan. Nah, agar ke depan kasus seperti ini tak terjadi lagi, Pak Irwandi memilih jalur hukum," jelas Sayuti.

Dalam putusan yang dibacakan Jumat (04/05), MK menolak pokok permohonan pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan yang menyebut telah terjadi pelanggaran dan kecurangan selama pemilukada Aceh.

Alasannya, menurut hakim konstitusi yang dipimpin Mahfud MD, pihak pemohon tidak mampu membuktikan adanya pelanggaran dan kecurangan yang disebutkan berlangsung secara sistematis, masif dan terstruktur.

"Pak Irwandi memilih jalur hukum, agar masyarakat Aceh bisa berpolitik secara santun dan beradab, karena pilkada kemarin penuh teror, intimidasi dan kekerasan..."

Sayuti Abubakar, pengacara Irwandi Yusuf

"Dan tidak terbukti dilakukan dengan kerja sama sistematis antara pelaku kekerasan dengan termohon (KIP Aceh), pihak terkait, maupun aparat penegak hukum, baik dalam bentuk aktif maupun pasif (pembiaran)," kata hakim konstitusi lainnya, Hamdan Zoelfa.

Lebih lanjut Hamdan mengatakan, tuduhan Irwandi Yusuf bahwa Partai Aceh memerintahkan upaya intimidasi terhadap calon pemilih juga tidak terbukti.

Pemilukada Gubernur Aceh dimenangkan pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, yang meraup suara 55,75%.

Disusul kemudian pasangan Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan, yang maju dari jalur independen, dengan perolehan suara 29,18%.

Muhammad Nazar-Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai SIRA berada posisi ketiga dengan perolehan suara 7,65 persen.

Memberi legitimasi

Kubu Irwandi Yusuf memilih mendirikan partai lokal baru bernama Partai Nasional Aceh.

Sementara itu, Partai Aceh menyambut baik putusan MK yang dianggap telah memberikan legitimasi dan keabsahan terhadap hasil pemilukada Gubernur Aceh yang dimenangkan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

"Bukan hanya mendapat dukungan masyarakat Aceh, tetapi juga keabsahan hukum melalui putusan MK," kata juru bicara Partai Aceh, Fachrul Razi, saat dihubungi Heyder Affan dari BBC Indonesia.

Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf merupakan pasangan yang diajukan oleh Partai Aceh, yang merupakan partai yang menghimpun bekas pimpinan dan kombatan Gerakan Aceh Merdeka, GAM.

Partai Aceh dibentuk setelah kesepakatan damai GAM-Indonesia melalui perjanjian Helsinki, pada 2005 lalu.

Partai Aceh, menurut Fachrul, juga menghormati upaya hukum yang ditempuh kubu Irwandi Yusuf. "Ini bisa menjadi pembelajaran bersama untuk memahami demokrasi dengan benar dan sesuai koridor hukum," tandasnya.

"Kita sangat terbuka kepada semua elemen, juga kepada pihak yang dulu pernah terlibat konflik, yaitu purnawirawan TNI dan kelompok lain. Masalahnya apakah Irwandi Yusuf mau rekonsilasi dengan PA?"

Fachrul Razi, juru bicara Partai Aceh

Di mata Fachrul, putusan MK ini juga merupakan bukti hukum bahwa Pemilukada di Aceh sudah dijalankan secara demokratis dan tidak terkait sama-sekali dengan aksi-aksi kekerasan sebelumnya.

Menurutnya, persoalan kekerasan yang muncul di Aceh sebelum pemilu, merupakan bagian dari proses reintegrasi di Aceh yang belum selesai.

Terhadap usulan agar Partai Aceh melakukan rekonsiliasi dengan kubu Irwandi, menurut Fachrul, pihaknya siap dengan tangan terbuka.

"Kita sangat terbuka kepada semua elemen, juga kepada pihak yang dulu pernah terlibat konflik, yaitu purnawirawan TNI dan kelompok lain. Masalahnya apakah Irwandi Yusuf mau rekonsilasi dengan PA?" katanya.

Sebaliknya, kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar mengatakan, selama ini pihaknya tidak pernah menganggap ada persoalan dengan pihak Partai Aceh. "Yang mempersoalkan 'kan pihak PA (Partai Aceh)," katanya.

Menurut Sayuti, kliennya sekarang mendirikan partai lokal baru yang bernama Partai Nasional Aceh. "Ini wadah bagi mantan eks kombatan, dan pihak lain, yang berbeda pandangan politik dengan Partai Aceh," ungkapnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.