BBC navigation

WWF minta Indonesia selidiki kematian gajah

Terbaru  3 Mei 2012 - 10:24 WIB
sumatra elephant

Seekor gajah Sumatera menyingkirkan puing-puing pasca tsunami di Aceh

Organisasi lingkungan WWF meminta pemerintah Indonesia menyelidiki kasus kematian seekor gajah Sumatera yang diduga diracun di sebuah perkebunan kelapa sawit di Aceh.

Seorang polisi hutan di perkebunan yang terletak di Aceh Jaya mengatakan, gajah berusia 18 tahun itu mati Senin (30/04) dan warga setempat mengatakan melihat gajah itu berjalan dengan anaknya hari itu.

"Kami meminta pemerintah menyelidiki bagaimana gajah itu mati. Jika ia mati karena diracun, kami harap pihak berwenang akan bertindak dan mendidik warga di sini," kata pemimpin program WWF Aceh Dede Suhendra kepada kantor berita AFP.

"Orang-orang di Sumatera yang memiliki perkebunan dan pertanian sering membunuh gajah dan juga harimau karena hewan-hewan itu dianggap hama."

Mukhtar, seorang polisi hutan, mengatakan ia yakin gajah itu diracun.

"Ketika saya menemukannya, mulutnya berbusa dan ada darah dari rektum yang merupakan tanda-tanda keracunan," kata Mukhtar yang tidak mampu menyelamatkan gajah itu dengan obat-obatan yang dimilikinya.

Ia mengatakan anak gajah itu "menangis" dan "bersuara keras" menyaksikan ibunya mati di tanah.

Suhendra mengatakan konflik antara hewan di hutan dan manusia meningkat dalam beberapa dekade terakhir seiring semakin banyak area hutan yang dibabat untuk lahan pertanian.

WWF mengubah status gajah Sumatera dari "terancam" menjadi "sangat terancam" Januari lalu, menyusul semakin banyaknya habitat gajah yang hilang karena digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.

Saat ini hanya kurang dari 3.000 ekor gajah yang tersisa di alam liar, menurut catatan lsm International Union for Conservation of Nature.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.