BBC navigation

Jaksa tuntut empat tahun penjara untuk Nunun

Terbaru  23 April 2012 - 12:11 WIB
Nunun Nurbaeti

Nunun Nurbaeti dituntut hukuman penjara empat tahun karena dianggap melakukan suap.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korups dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin (23/4) meminta hakim menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun terhadap terdakwa kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti.

Jaksa menilai Nunun terbukti melakukan suap untuk sejumlah anggota DPR untuk memenangkan Miranda Gultom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Dalam pembacaan tuntutan itu Jaksa menganggap Nunun melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Korupsi.

Ancaman maksimal untuk pasal ini adalah 5 tahun penjara dan hukuman minamal 1 tahun penjara.

"Meminta majelis hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," ujar salah seorang jaksa M Rum saat membacakan tuntutan.

Selain hukuman badan, jaksa juga menuntut istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini membayar uang denda sebesar Rp200 juta.

Jaksa juga meminta agar negara menyita uang sebesar Rp1 miliar yang dicairkan sekretaris Nunun, Sumarni.

Terlibat suap

Miranda Gultom

Mantan DGS Bank Indonesia Miranda Gultom sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara ini dalam dakwaannya mengatakan Nunun terlibat dalam upaya penyuapan terhadap anggota DPR Komisi IX periode 1999-2004 untuk membantu memuluskan langkah Miranda Goeltom terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada tahun 2004.

"Terdakwa mengetahui TC BII senilai Rp20,85 miliar melalui Ahmad Hakim Safari MJ alias Ari Malang Yudo yang merupakan bagian dari total 480 lembar TC BII senilai Rp24 miliar kepada pegawai negeri," kata Jaksa dalam sidang pembacaan dakwaan beberapa waktu lalu.

"Pegawai negeri tersebut yaitu antara lain kepada Hamka Yamdhu dari Fraksi Partai Golkar, Dudhi Makmun Murod dari FPDIP dan Endin AJ Sofihara dari FPPP selaku anggota dewan perwakilan rakyat."

Dalam sejumlah keterangan sebelumnya diluar persidangan Nunun lewat suaminya yang juga merupakan anggota Komisi III DPR Adang Darajatoen mengakui telah mengenal Miranda Goeltom.

Tim Jaksa Penuntut Umum mengunakan pasal alternatif untuk menjerat Nunun dalam kasus ini yaitu Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 13 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Dalam kasus ini beberapa nama politisi sudah menjalani hukuman penjara. Sementara itu, KPK juga sudah menetapkan mantan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Gultom sebagai tersangka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.