BBC navigation

Pengusaha: pembatalan kenaikan harga BBM merugikan

Terbaru  2 April 2012 - 11:09 WIB
Pasar di Lampung Timur

Harga kebutuhan bahan pokok terlanjur meroket meski harga BBM batal naik.

Pelaku usaha dan industri mengatakan batalnya rencana pemerintah menaikkan harga BBM menjadikan situasi ekonomi di Indonesia diwarnai ketidakpastian, sedikitnya hingga Juli mendatang.

Kegagalan pemerintah menggalang dukungan untuk menggolkan rencana tersebut, juga dipandang telah merugikan dunia usaha.

"Selama debat soal kenaikam harga BBM berlangsung harga ban dan suku cadang sudah terlanjur naik," kata Ketua Organisasi Angkutan Darat, Organda DKI, Soedirman.

Pengusaha terpaksa menerima situasi ini dan berharap setelah harga BBM benar-benar naik, selisih kenaikan biaya operasional kendaraan akan tertutup oleh penetapan tarif baru.

"Ternyata harga BBM batal naik, kami dibikin rugi," seru Soedirman jengkel.

Persoalan serupa dialami oleh sejumlah pengusaha lain yang mengaku menanggung ongkos produksi lebih tinggi karena belanja modal meroket lebih dulu dibanding harga BBM.

"Expected inflation semacam ini yang justru menyebabkan situasi ketidakpastian berkepanjangan. Akibatnya inflasi terus terseret," kata Pri Agung Rakhmanto, Direktur lembaga kajian kebijakan minyak dan gas, Reforminer.

Dalam hitungannya terdahulu, Reforminer menyebut kenaikan harga BBM sebesar Rp1500 akan mendongkrak inflasi hingga sekitar 1,6 persen.

"Sekarang harga BBM tidak naik tetapi inflasi bisa jadi malah dua kalinya karena terlanjur ada kondisi psikologis harga akan naik nanti entah bulan apa."

Tak ada gigi

Situasi ini menurut pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia Apindo sangat meresahkan.

"Kami habis harapan. Impian ada perbaikan infrastruktur kandas karena dana semua tersedot ke subsidi BBM," kata Ketua Apindo Sofyan Wanandi.

Menurut Sofyan, keadaan ini juga menunjukkan tumpulnya taring pemerintah dalam mengeksekusi program kerjanya.

Demo tolak kenaikan harga BBM

Kalangan penentang kenaikan harga BBM juga mengkritik kompromi politik di DPR.

"Tidak punya gigi sehingga urusan ekonomi dimainkan jadi isu politik."

Sofyan yang mengaku sedang berada di Australia saat bicara pada BBC mengatakan dengan kinerja terakhir pemerintah ini, dunia usaha tak bisa berharap banyak sampai 2014, saat masa jabatan Presiden Yudhoyono berakhir.

"Kami cuma bisa wait and see, karena ingat, ketidakpastian adalah musuh utama pengusaha."

Pengusaha menurut Apindo juga khawatir situasi politik di DPR akan terulang pada kebijakan ekonomi lainnya, yang bisa berdampak buruk pada pertumbuhan bisnis hingga 2014.

"Tidak bisa kita harapkan pemerintah akan mampu menciptakan terobosan untuk mendongkrak kinerja ekonomi. Nanti kalau diteken lagi pasti dia tidak berani lagi," tambah Sofyan kesal.

Dalam APBN Perubahan disebut harga BBM baru bisa diubah bila harga minyak mentah standar Indonesia (ICP) naik 15% dalam enam bulan berturut-turut hingga mencapai sekitar US$120,75. Dalam beberapa bulan terakhir rata-rata ICP sudah mencapai US$116,7.

Selisih tipis ini dianggap akan menyandera anggaran pemerintah sehingga subsidi BBM akan terus membengkak.

Kerja keras

Meski banyak prediksi negatif, ekonom Indef Enny Sri Hartati menilai sebenarnya pemerintah masih punya peluang menyelamatkan ekonomi, dengan menyiapkan diri dan masyarakat menghadapi kenaikan harga minyak berikutnya.

"Ada setidaknya beberapa bulan untuk bekerja keras melakukan berbagai hal," kata Enny. Termasuk diantaranya menggenjot peluang penciptaan lapangan kerja agar rakyat tidak jatuh miskin begitu harga dinaikkan.

"Persoalannya satu saja: sanggup tidak pemerintahnya bekerja keras begini dalam beberapa bulan?"

Enny Sri Hartati

"Progran PNPM Mandiri saja kalau bisa diefisienkan akan sangat membantu," tambah direktur Indef ini.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, dirancang sebagai sebuah proyek padat karya untuk ribuan desa dis eluruh Indonesia, termasuk untuk mengegrakkan sektor infrastruktur dan permodalan kecil. Namun pada prakteknya, temuan Indef menyebut program ini banyak pula kelemahan sehingga target tak tercapai.

"UMKM juga bisa digenjot untuk menguatkan kalangan bawah dari tekanan inflasi akibat situasi tak pasti ini,"tambahnya.

Persiapan lain menyambut kenaikan harga BBM menurut Enny adalah dengan menggenjot target alih sumber energi dari BBM pada batu bara, gas atau alternatif lain.

"Industri induk seperti PLN harus disapih dari konsumsi BBM." Itu berarti menurut Enny ada kewajiban membenahi tata niaga batu bara dan gas yang selama ini justru lebih banyak diekspor ketimbang dipakai pasar Indonesia sendiri.

"Persoalannya satu saja: sanggup tidak pemerintahnya bekerja keras begini dalam beberapa bulan?"

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.