BBC navigation

Presiden lantik Ketua Mahkamah Agung

Terbaru  1 Maret 2012 - 13:38 WIB
Indonesian State Palace

Hatta Ali dilantik di Istana Negara, Kamis, (01/03)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Ketua Mahkamah Agung terpilih Hatta Ali di Istana Negara Jakarta, Kamis (02/03)

Hatta Ali terpilih dalam pemungutan suara yang diadakan di gedung MA pada 8 Februari lalu.

Pria kelahiran Pare-Pare 7 April 1950 ini akan memimpin Mahkamah Agung mulai 1 Maret 2012 hingga April 2020.

Ia terpilih dalam satu putaran karena berhasil memperoleh 50 persen suara ditambah satu suara sah.

Saat itu Hatta mendapat 28 suara sedangkan kandidat lainnya yaitu Ahmad Kamil mendapat 15 suara, Abdul Kadir Mappong empat suara, Paulus E. Lotullung mendapat satu suara dan Muhammad Saleh tiga suara.

Usai pelantikan, Hatta mengatakan pada wartawan ia bertekad menyelesaikan tunggakan perkara yang menumpuk di MA.

"[Kinerja] bisa lebih diitingkatkan lagi sehingga tunggakan2 perkara itu bisa secepatnya selesai karena memang itu sudah merupakan tuntutan dari masyarakat terutama para pencari keadilan," kata Hatta.

"Caranya kita memacu, kita menggerakkan semua potensi yang ada mulai dari hakim agung sampai kepada para panitera pengganti."

Menurut Hatta, berdasarkan statistik tunggakan perkara menurun dari tahun ke tahun yang mencerminkan membaiknya kinerja MA.

Ia mengaku program kerjanya sebagai pemimpin baru terbilang sederhana.

"Kalau program saya sederhana saja, saya melihat apa yang menjadi tuntutan dari masyarakat. Pertama penyelesaian perkara, kemudian dari kualitas hakim itu sendiri, kemudian juga masih menyangkut masalah integritas hakim. Oleh karena itu sorotan2 masyarakat ini kita harus jalankan secara pararel, berarti secara simultan kita laksanakan dari hal2 yang menjadi sorotan masyarakat," kata Hatta.

Hatta merupakan salah satu hakim karier yang memilai kariernya sebagai CPNS DEPKEH tahun 1978. Berbagai daerah pernah disinggahinya untuk mengabdi sebagai hakim.

Jabatan terakhirnya adalah Ketua Muda Pengawasan MA. Hatta menggantikan Harifin. A. Tumpa yang pada 23 Februari tahun ini genap berusia 70 tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.