BBC navigation

Kasasi Abu Bakar Ba'asyir ditolak

Terbaru  27 Februari 2012 - 20:44 WIB
Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir dihukum 15 tahun penjara Juni tahun lalu karena tindak terorisme.

Mahkamah Agung menetapkan hukuman 15 tahun penjara kepada Abu Bakar Ba'asyrir atas tindak terorisme sementara pengacara menyebutkan akan mengajukan peninjauan kembali.

Humas Mahkamah Agung Ridwan Mansyur mengatakan dengan keputusan yang ditetapkan Senin (27/02), pengurangan hukuman terhadap Ba'asyir menjadi sembilan tahun Oktober lalu, dibatalkan.

"(Keputusan MA) kembali ke keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bulan Juni, namun MA mengadili sendiri, walaupun isinya sama dengan keputusan PN Jakarta Selatan," kata Ridwan kepada BBC Indonesia.

"Terdakwa Abu Bakar Ba'asyir terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana terorisme, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara," kata Ridwan membacakan keputusan MA.

Sementara itu salah seorang pengacara Ba'asyir, Muhamad Assegaf menyebut keputusan MA itu akibat tekanan dan rekayasa pihak asing dan menekankan akan mengajukan peninjauan kembali atau PK.

"Dari sejumlah perkara yang dihadapi Baasyir, rekayasanya sangat kental sekali. Seorang Abu Bakar Ba'asyir yang sudah renta dan umurnya 75 tahun masih tetap dijadikan target seolah-olah orang berbahaya," kata Assegah kepada BBC Indonesia.

"Terdakwa Abu Bakar Ba'asyir terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana terorisme, menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara"

Ridwan Mansyur

"Dan beberapa hari menjelang keputusan, sudah diisukan tentang pemblokiran rekening Jamaat Ansharut Tauhid, JAT. Jadi rekayasa dan tekanan terhadap pemerintah Indonesia terhadap Abu Bakar Ba'asyir ini sangat kental sekali," tambahnya.

Hari Jumat (24/02) lalu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melalui rilis yang dimuat situs resminya memasukan JAT dalam daftar organisasi teroris asing.

Deplu Amerika juga menyebutkan JAT bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap warga sipil, polisi dan militer di Indonesia serta berusaha menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Abu Bakar Ba'asyir dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana terorisme dan divonis 15 tahun penjara Juni tahun lalu.

Keluar masuk penjara

Pendukung Abu Bakar Ba'asyir

Kuasa hukum Abu Bakar Ba'asyir menyebut kasusnya sangat kental rekayasa.

Dalam persidangan Ba'asyir dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Namun putusan ini dikurangi menjadi sembilan tahun oleh Pengadilan Tinggi Jakarta Oktober lalu.

Tim Pengacara Muslim yang menjadi kuasa hukum Ba'asyir mengajukan kasasi ke MA pada November 2011.

Ba'asyir keluar masuk penjara sejak pemboman Bali 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Ba'asyir mendekam selama hampir 26 bulan di penjara atas dakwaan konspirasi bom Bali.

Namun hukuman itu dibatalkan dalam sidang banding dan ia dibebaskan tahun 2006.

Ba'asyir ditahan kembali tahun lalu karena perananya dalam pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Ia aktif dalam organisasi mahasiswa Islam pada awal tahun 1960-an di kota asalnya, Solo, sebelum mendirikan pesantren Al Mukmin tahun 1972 di Ngruki.

Ba'asyir dan teman dekatnya Abdullah Sungkar, dipenjara pada rezim Suharto dari 1978 sampai 1982 karena mendorong orang menolak ideologi Pancasila.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.