
Polisi terus berupaya menjaga keamanan jelang pilkada Aceh pada 9 April mendatang.
Kepolisian Daerah Aceh, Selasa 21 Februari mulai melancarkan Operasi Kilat Rencong 2012 untuk mencari senjata ilegal yang dicurigai kerap digunakan melakukan aksi kekerasan.
Kepala Divisi Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Gustav Leo, mengatakan ada enam wilayah yang menjadi sasaran operasi, yaitu Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, Lhoksumawe, Pidie dan Aceh Besar.
Enam wilayah ini pada masa konflik dikenal sebagai basis tentara Gerakan Aceh Merdeka.
Polisi membantah jika operasi dianggap sebagai alasan untuk melakukan operasi di wilayah tersebut.
"Terkait aksi kekerasan yang terjadi sejak bulan Desember tahun lalu dan data awal kejadian penggunaan senjata api, yang banyak terjadi di enam wilayah ini," jelas Kombes Gustav Leo kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.
Dia menambahkan sebelum operasi berlangsung, polisi telah memberikan waktu selama sepekan untuk mensosialisasikan rencana operasi.
"Kami meminta warga untuk secara sukarela menyerahkan senjata yang ada pada mereka selama sepekan terakhir," kata Gustav.
"Ada sebelas senjata api, dua mortir, satu granat dan 136 peluru."
"Sedang pada hari pertama operasi kami juga telah menyita satu senjata api."
GAM minta dilibatkan
"Saya tidak tahu jumlahnya tapi kemungkinan memang masih ada senjata sisa konflik."
Hasbi Abdullah
Menurut Kombes Gustav Leo, operasi akan berlangsung hingga 11 Maret dan polisi tidak akan memberi sanksi kepada mereka yang menyerahkan senjata secara sukarela.
Bagaimanapun tidak ada target khusus dalam jumlah senjata yang akan didapatkan dari operasi.
Sementara itu Hasbi Abdullah yang berasal dari Partai Aceh -yang menjadi naungan sejumlah mantan petinggi GAM- mengatakan memang ada kemungkinan senjata sisa konflik masih beredar di masyarakat.
"Saya tidak tahu jumlahnya tapi kemungkinan memang masih ada senjata sisa konflik," kata Hasbi.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh ini mengatakan sebaiknya sebaiknya operasi juga menyertakan mantan tentara GAM supaya bisa berlangsung efektif.
"Lebih bagus itu (kalau dilibatkan). Pihak GAM sendiri serius menangani masalah ini agar senjata ilegal jangan meresahkan masyarakat."
Hanya oleh polisi dan TNI
"idak ada, operasi hanya dilakukan oleh kepolisian dibantu oleh TNI."
Kombes Gustav Leo
Namun pelibatan mantan tentara GAM dalam operasi ditepis oleh Gustav.
"Tidak ada, operasi hanya dilakukan oleh kepolisian dibantu oleh TNI."
"Kegiatan operasi menerapkan pola humanis dan tidak memberikan rasa khawatir kepada masyarakat."
Tahun lalu kepolisian Aceh juga pernah melakukan operasi serupa dan menjaring sekitar 43 senjata api, puluhan granat tangan dan sekitar 7.000 ribu butir peluru aktif.
Polisi mengatakan selain terkait pengamanan jelang pemilihan Kepala Daerah Aceh, opeasi juga ditempuh karena adanya aksi serangan bersenjata sejak Desember tahun lalu, yang menewaskan 9 orang.
Kepolisian Aceh hingga sekarang masih belum mengetahui motif dan pelaku aksi penyerangan tersebut meskipun pemerintah mengatakan terkait dengan Pilkada aceh yang akan berlangsung 9 April mendatang.










