SBY:Tingkatkan produktivitas pangan dengan teknologi

Terbaru  7 Februari 2012 - 17:09 WIB
sawah indonesia

Pemerintah berupaya mengembangkan lahan pertanian guna menjaga ketahanan pangan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan upaya penggunaan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pangan dan mengurangi ketergantungan pada pembukaan lahan yang semakin berkurang jumlahnya.

"Meningkatkan produksi pangan termasuk produktivitasnya tentu kita tidak bisa terus membuka lahan karena ada rasio yang baik dan ada urusan soal perubahan iklim," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Oleh karena itu diperlukan bagaimana kita meningkatkan produktivitas dengan teknologi, dengan manajemen, dengan apapun sehingga output-nya pun tetap tinggi."

"Kalau itu bisa dilakukan dengan ijin Allah dalam lima tahun atau sepuluh tahun kita akan memiliki kemandirian pangan dalam arti cukup untuk rakyat kita."

Dalam pidato pembukaan Seminar Jakarta Food Security Summit 2012 di Jakarta, Presiden Yudhoyono juga mengatakan akan mengupayan perbaikan infrastruktur untuk melancarkan distribusi pangan guna menjamin ketersediaan pangan dengan harga terjangkau.

"Mari kita pastikan komoditas pangan tersedia tapi harganya juga terjangkau, kita perbaiki sistem logistik, kita bangun infrastruktur, tranportasi dengan demikian setelah komodutasnya didistribusikan dengan baik,harganya terjangkau sehingga tidak ada masalah dengan food security kita," jelas Presiden Yudhoyono.

Pengembangan Food Estate

Setelah lahan di Jawa sulit dikembangkan, Kementerian Pertanian mengandalkan pembukaan lahan pertanian baru di luar Pulau Jawa untuk meningkatkan produksi beras dan menjaga ketahanan pangan.

Salah satu program yang tengah ditempuh adalah mengembangkan program Food Estate, program pemberdayaan lahan-lahan potensial di sejumlah daerah yang belum tergarap untuk dijadikan lahan produksi tanaman pangan.

Pemerintah dalam mengembangkan program ini mengundang sejumlah investor untuk menggarap lahan pertanian yang ditanami bahan pangan ini.

"Mari kita pastikan komoditas pangan tersedia tapi harganya juga terjangkau, kita perbaiki sistem logistik, kita bangun infrastruktur, tranportasi "

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Setelah sempat berencana membuka lahan di Merauke, Papua kini sejumlah lahan baru di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan sebagian wilayah Sulawesi juga siap untuk digarap.

"Ada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur memang masih dalam tahap penyiapan, luasnya ada yang enam ribu hektar, sepuluh ribu hektar bahkan ada investor yang menginginkan lima belas ribu hektar," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan.

"Kita bahu membahu pusat dengan daerah bagaimana food estate ini bisa menjadi solusi lain dari masalah krisis lahan di Jawa"

"Kita fokus tanaman di Kalimantan adalah beras atau Jagung di Sulawesi karena yang harus kita intervensi lewat food estate adalah tanaman pangan."

Kementerian Pertanian mengatakan Kalimantan Timur dan Barat mempunyai lahan potensial untuk food estate masing-masing seluas 200.000 ha dan 100.000 ha.

Namun program food estate ini mendapat sejumlah kritik dari pegiat lingkungan selain memicu persoalan lingkungan juga berpotensi memunculkan konflik antara investor dengan pemilik tanah adat di sejumlah daerah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.