BBC navigation

Polisi Sumbar tetap lanjutkan proses hukum terhadap pria ateis

Terbaru  31 Januari 2012 - 18:57 WIB

Polisi di Sumbar tetap melanjutkan proses hukum terhadap pria ateis, kendati dia disebutkan berniat kembali ke Islam.

Kepolisian Resor Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat tetap melanjutkan proses hukum terhadap Alexander, seorang pegawai negeri yang menulis pesan di Facebook bahwa 'Tuhan tidak ada', walaupun dia disebutkan berniat kembali ke Islam.

"Proses hukum jalan terus... Seperti orang mencuri, walau barang curiannya dikembalikan, dia kan tetap mencuri," kata Kepala Polisi Resor Kabupaten Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz, kepada BBC, Selasa (31/01) sore.

Menurutnya, Alexander dikenai tuduhan melanggar pasal tentang penistaan terhadap agama tertentu. "Ancamannya lima tahun pidana penjara," katanya.

Saat ini penyidik masih meminta keterangan saksi ahli dari Majelis Ulama Indonesia dan ahli informatika.

"Targetnya minggu depan berkas pemeriksaannya bisa dilimpahkan ke kejaksaan," jelas Chairul.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan sebuah lembaga adat Minangkabau di Mapolres Dharmasraya, Selasa (24/01), Alexander dilaporkan menyatakan siap kembali ke Islam, namun meminta waktu untuk berpikir.

Chairul Aziz membenarkan bahwa Alexander mengutarakan keinginan kembali ke Islam dalam pertemuan dengan lembaga adat tersebut.

"Ya, dia mau balik ke Islam. Mungkin karena melihat kondisi orang tuanya yang menanggung beban, akibat menerima banyak hujatan," ungkap Chairul Aziz.

Seharusnya bebas

Jika benar Alexander meminta maaf dan berniat kembali ke lslam, menurut pegiat LBH Padang Ronny Syahputra, seharusnya dia dibebaskan dari tuntutan hukum.

"Dia seharusnya dibebaskan secara hukum," kata Ronny kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Selasa (31/01) sore.

"Proses hukum jalan terus... Seperti orang mencuri, walau barang curiannya dikembalikan, dia kan tetap mencuri."

Kapolres Dharmasraya Chairul Aziz

Alexander, 31 tahun, kini masih ditahan Mapolres Dharmasraya, sejak diamankan pada Rabu (18/01) lalu, dari amukan massa.

Dalam jejaring sosial Facebook, calon pegawai negeri ini menyebutkan "Tuhan tidak ada", yang kemudian memicu banyak komentar.

Di hadapan aparat kepolisian yang memeriksanya, Alexander menekankan bahwa dia tidak mengakui adanya agama dan tidak mengakui adanya Tuhan.

Alexander sendiri menyatakan dia lahir sebagai Islam namun kemudian menghentikan semua kegiatan agama sejak 2008 lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.