BBC navigation

Izin eksplorasi emas Bima dicabut sementara

Terbaru  27 Januari 2012 - 14:34 WIB
Kantor Bupati BIma

Kantor Bupati Bima dibakar terkait pemberian izin tambang yang tak disetujui rakyat.

Ketua DPRD Bima Muchdar Asyari membenarkan kabar yang menyatakan SK Bupati Bima no 188/2010 tentang eksplorasi tambang emas di tiga kecamatan di Bima telah dicabut sementara.

Saat dihubungi wartawan BBC Ervan Hardoko, Asyari mengatakan pemerintah kabupaten kemudian akan melakukan evaluasi terkait masalah tambang ini.

"Akan dilakukan evaluasi selama satu tahun. Jika memungkinkan akan dilanjutkan namun ada kemungkinan akan dicabut seterusnya jika kondisi tidak memungkinkan," kata Asyari.

Pencabutan surat keputusan ini, lanjut Asyari, sudah dilakukan sejak 23 Desember 2011 setelah warga melakukan unjuk rasa menutup pelabuhan Sape.

"Waktu itu para pengunjuk rasa meminta sejumlah tuntutan salah satunya pencabutan SK Bupati ini dan dipenuhi oleh bupati," kata Asyari.

Sehingga, Asyari mengatakan, DPRD belum mengetahui penyebab utama kemarahan massa yang mengakibatkan Kantor Bupati dibakar, Kamis (26/1).

Izin DPRD

"Akan dilakukan evaluasi selama satu tahun. Jika memungkinkan akan dilanjutkan namun ada kemungkinan akan dicabut seterusnya jika kondisi tidak memungkinkan."

Muchdar Asyari

Soal penerbitan surat keputusan bupati soal izin eksplorasi tambang untuk PT Sumber Mineral Nusantara, Asyari mengatakan, itu sepenuhnya merupakan wewenang bupati.

"Karena ini kan baru sebatas eksplorasi, masih penelitian seputar apakah mineral di kawasan itu cukup bernilai atau tidak," papar Asyari.

"Tapi jika nanti prosesnya akan ditingkatkan menjadi eksploitasi maka untuk menentukan izin selanjutnya harus melibatkan DPRD dan masyarakat," tambah Asyari.

Pada Kamis (26/1) puluhan ribu warga Bima melakukan unjuk rasa dan kemudian membakar habis kantor Bupati Bima,

Usai membakar kantor bupati, ribuan orang itu kemudian menuju ke Lembaga Pemasyarakatan Bima menuntut dibebaskannya 53 warga yang ditahan terkait unjuk rasa dan pemblokiran Pelabuhan Sape.

Akibat desakan ribuan massa, akhirnya pihak lembaga pemasyarakatan akhirnya melepaskan ke-53 warga yang ditahan itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.