Warga Bali di Lampung Selatan masih diungsikan

Terbaru  25 Januari 2012 - 18:16 WIB
kerusuhan lampung

Pembakaran sekitar 50 rumah milik warga pendatang dari Bali disulut konflik antar pribadi.

Sehari setelah bentrokan antar warga di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, warga pendatang dari Bali yang rumahnya dibakar masih mengungsi ke tempat yang dianggap aman.

"Warga Bali (di Dusun Napal) masih dievakuasi oleh pemerintah Kabupaten ke tempat yang lebih aman," kata Kabid Humas Propinsi Lampung, Yurnalis, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Rabu (25/01) sore.

Sejumlah laporan menyebutkan 75 keluarga kehilangan tempat tinggal dan ratusan orang mengungsi.

Sementara, menurut Yurnalis, ada sekitar 50 rumah milik warga Bali yang dibakar akibat tawuran antar warga Desa Sidowaluyo (yang sebagian besar dihuni warga pendatang dari Bali) dan Desa Kota Dalam dan sekitarnya, Selasa (24/01).

Walaupun bentrokan ini akhirnya dilatari kesukuan dan agama, menurut Yurnalis, persoalan awalnya sepele.

"Persoalan sepele, persoalan parkir, karena ketersinggungan dua orang pemuda," katanya.

"Karena yang berselisih lain suku, akhirnya (yang muncul) sentimen kesukuan. Ya, kalau sudah aksi seperti itu, solidaritas tumbuh."

Yurnalis, Kabid Humas Propinsi Lampung

Namun belakangan menurutnya persoalan ini meluas karena kemudian dikaitkan dengan persoalan agama dan suku.

"Karena yang berselisih lain suku, akhirnya (yang muncul) sentimen kesukuan. Ya, kalau sudah aksi seperti itu, solidaritas tumbuh," ungkap Yurnalis.

Laporan-laporan yang mengutip keterangan kepolisian, tidak ada korban tewas dari tawuran ini.

Tiga orang yang disebutkan terlua akibat sayatan benda tajam. "Korbannya dari kedua pihak," tambah Yurnalis.

Menahan diri

Walaupun situasi di Kecamatan Sidomulyo berangsur-angsur normal, aparat kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar lokasi bentrokan.

"Untuk menghindari bentrokan terjadi kembali," kata Yurnalis.

Pemda Propinsi Lampung berjanji akan memperbaiki kembali rumah yang dibakar.

"Tapi suasana semakin kondusif, dan massa yang berkerumun tidak ada lagi."

Warga setempat menurutnya sudah melakukan aktivitas seperti sedia kala, meskipun sebagian warga masih menutup warung miliknya.

Gubernur Lampung sendiri telah menggelar pertemuan di kantornya, Rabu (25/01) yang dihadiri tokoh agama Islam, Hindu, serta para pemuka adat, selain pejabat setempat serta aparat terkait.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini, menurut Yurnalis, Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal AP meminta para tokoh agama dan adat menghimbau warganya untuk menahan diri.

"Agar menciptakan kehidupan yang kondusif, agar masyarakat tidak terprovokasi," kata Yurnalis, menirukan pernyataan Gubernur Lampung.

Rapat itu juga memutuskan untuk memperbaiki puluhan rumah warga pendatang dari Bali yang rusak dan dibakar. "Akan kita bangun kembali, yang melibatkan pemda Kabupaten Lampung Selatan dan propinsi."

Kesimpulan pertemuan itu juga menyetujui untuk mengusut secara hukum orang-orang yang melakukan pembakaran dan pengrusakan.

"Kita akan usut, kita cari tokoh atau oknum terutama yang melakukan pembakaran," kata Gubernur Lampung Sjahroedin Zainal, seperti ditirukan Yurnalis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.