BBC navigation

Polisi tetapkan pria atheis sebagai tersangka

Terbaru  20 Januari 2012 - 17:00 WIB
Ateis

Bus di London yang mempromosikan soal Atheis.

Kepolisian Resort Dharmasraya, Sumatera Barat telah resmi menetapkan Alexander An yang menyatakan tidak ada Tuhan dalam status Facebooknya sebagai tersangka atas tuduhan penodaan agama.

"Ya sudah kami tetapkan sebagai tersangka karena setelah kami periksan sejak sore hingga malam tadi dan karena dia sudah memenuhi unsur untuk kita sangkakan melanggar pasal 156A KUHP yaitu soal penodaan agama," kata Kepala Polisi Resort Kabupaten Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz.

"Bukti yang kami kumpulkan seperti pernyataan dia Facebook, perbincangan dia dengan teman-temannya di Facebook sudah ada."

Menurut Aziz polisi juga menjerat Alexander An yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dharmasraya, Sumatera Barat ini dengan UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang menyebarkan penghinaan lewat dokumen elektronik dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

"Yang bersangkutan kan untuk masuk sebagai PNS menuliskan agama Islam padahal sebetulnya dia kan tidak beragama."

Sebelumnya Polisi menahan Alexander untuk alasan keamanan karena dia hampir dikeroyok massa dan sempat dipukul saat tiba di tempat kerjanya.

Pernyataannya di jejaring sosial Facebook menyebutkan "Tuhan tidak ada" memicu banyak komentar.

Chairul Aziz juga mengatakan dalam interogasi dengan polisi, Alexander memang menekankan bahwa dia tidak mengakui adanya agama dan tidak mengakui adanya Tuhan.

Perhatian Komnas HAM

Keputusan Polisi yang cepat menetapkan Alexander An sebagai tersangka disayangkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

"Kami ingin mengingatkan kepada polisi untuk berhati-hati dalam kasus ini," kata anggota Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak.

"Dari segi HAM sebenarnya menentang orang yang tidak percaya Tuhan itu tidak dibenarkan juga"

Johny Nelson Simajuntak

"Orang percaya dan tidak percaya kepada Tuhan itu tergantung individu tidak bisa dikriminalisasi asalkan tidak melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk mengikutinya."

"Dari segi HAM sebenarnya menentang orang yang tidak percaya Tuhan itu tidak dibenarkan juga," tambah Johny.

Dia menambahkan lembaganya akan mengkaji kasus ini dan berencana untuk bertemu dengan polisi yang menangani kasus tersebut.

"Kita akan melakukan penyelidikan soal itu agar lebih jelas. Saya akan minta klarifikasi kepada Polisi apakah dia memang memprovokasi orang supaya tidak bertuhan ataukah apakah kegiatannya sehingga dia ditangkap."

Komnas HAM belum menetapkan waktu untuk melakukan langkah tersebut.

Sementara polisi mengatakan mereka akan menyelesaikan kasus ini dan menyerahkan berkasnya kepada kejaksaan dalam waktu sekitar dua minggu.

"Kira-kira dalam waktu seminggu lebih sedikitlah kami akan serahkan kepada kejaksaan," kata Kepala Polisi Resort Kabupaten Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.