BBC navigation

Ancaman banjir di Banten masih besar

Terbaru  16 Januari 2012 - 14:18 WIB
Banjir Banten

Meluapnya sungai-sungai besar di Banten membuat lima kabupaten terendam banjir.

Meski banjir yang melanda sebagian wilayah Provinsi Banten mulai surut namun ancaman bencana serupa untuk kawasan itu belum bisa dikatakan berkurang.

Penyebabnya, kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho adalah kawasan yang sekarang terendam adalah kawasan rawan banjir.

"Daerah itu kalau di peta bahaya banjir, itu daerah merah semua," kata Sutopo saat dihubungi wartawan BBC Indonesia Sigit Purnomo, Senin (16/1).

Bencana banjir besar, lanjut Sutopo, pernah melanda kawasan tersebut pada 1996, 1999 dan 2001 lalu.

"Tingkat ancamannya semakin hari semakin meningkat. Pertama karena curah hujan torrential rainfall yaitu hujan tiba-tiba dengan skala yang sangat besar," papar Sutopo.

Faktor kedua, tambah dia, adalah masalah lingkungan terutama degradasi yang melanda daerah aliran sungai (DAS) Ciujung.

Sungai meluap

Sutopo memaparkan bencana banjir di Serang ini adalah akibat meluapnya sejumlah sungai besar akibat curah hujan yang tinggi.

"Semua sungai utama yang ada di sana seperti Cimandiri, Ciujung, Ciliman, Cimandiri dan Cilember meluap bersamaan akibat curah hujan tinggi dan rusaknya DAS."

Sutopo Purwo Nugroho

"Semua sungai utama yang ada di sana seperti Cimandiri, Ciujung, Ciliman, Cimandiri dan Cilember meluap bersamaan akibat curah hujan tinggi dan rusaknya DAS," ujar Sutopo.

Meluapnya sungai-sungai besar itu membuat 15.700 rumah di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, sebagian Kota Cilegon, dan Serang terendam.

Tak hanya itu, banjir ini sudah mengakibatkan tiga orang penduduk meninggal dunia.

Bahkan banjir ini sempat membuat ruas tol Jakarta-Merak tak bisa dilalui kendaraan. Saat ini, arus lalu lintas dari Jakarta menuju Merak sudah dapat dilalui, namun arah sebaliknya masih tergenang.

"Selain itu sekitar 2.000 hektare sawah tergenang banjir," tambah Sutopo.

Sejauh ini bantuan masih terus didistribusikan untuk para pengungsi di 29 kecamatan dan 92 desa yang terkena dampak.

Sebagian pengungsi juga masih memadati lokasi lebih tinggi misalnya di km 58-59 jalan tol Jakarta-Merak.

"Nanti pengungsi akan diatur di lokasi pengungsian di lapangan-lapangan di sekitar jalan tol," papar Sutopo.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.