bbc.co.uk navigation

Polda Aceh: penggergajian menara listrik belum terkait kasus penembakan

Terbaru  9 Januari 2012 - 12:48 WIB
tiang listrik

Polda Aceh masih menyelidiki kasus penggergajian menara listrik PLN di Aceh Utara.

Polda Aceh menyatakan belum menemukan kaitan kasus dugaan penggergajian menara listrik di Aceh Utara dengan rentetan kasus penembakan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gustav Leo mengatakan, sejauh ini polisi masih berupaya mengungkap siapa pelaku penggergajian menara listrik tersebut di Desa Matang Sijuek Barat.

"Kita berangkat dari realita yang ada di lapangan... Kita coba gali informasi secara proporsional. Dan ini, (sementara) tidak ada kaitan (dengan kasus rentetan penembakan)," kata Gustav Leo kepada wartawan BBC Indonesia di Jakarta, Heyder Affan, melalui telepon, Senin (9/1).

Menara jaringan listrik tegangan tinggi milik PLN yang berada di desa itu diketahui ambruk, Minggu (8/1).

Penyelidikan sementara polisi menyebutkan, menara itu roboh diduga akibat digergaji orang tidak dikenal.

"Di bawah tower (yang roboh), ada satu gergaji, kemudian ada bekas minuman Sprite, kaleng-kaleng oli. Dugaan sementara, ini perbuatan orang merusak barang PLN," jelas Gustav.

Gustav mengakui penggergajian menara listrik PLN terjadi tidak lama setelah kasus rentetan penembakan di wilayah Aceh.

Namun menurutnya terlalu dini jika kasus ini kemudian dikaitkan dengan kasus tersebut.

"Apalagi ini hanya satu tower (yang roboh). Kalau ada kaitan (dengan kasus penembakan), pasti ada persoalan dengan puluhan tower lainnya," kata Gustav, menganalisa.

Belum ada unsur sabotase

Polda Aceh, menurut Gustav, juga belum menyimpulkan ada unsur sabotase terkait ambruknya menara listrik PLN.

"Nggak mungkin dengan satu tower jatuh dikatakan ini ada kaitan dengan sabotase," tambahnya.

Sejumlah laporan menyebutkan, meski menara itu roboh, tidak ada kabel yang terputus.

Akibat ambruknya menara, sejumlah wilayah Aceh sempat mengalami gangguan aliran listrik.

Terkait penyelidikan kasus rentetan penembakan, yang telah menewaskan lima orang pekerja bangunan dari pulau Jawa, Gustav Leo mengatakan, Polda Aceh masih memburu para tersangka.

Pemulangan pekerja migran

"Nggak mungkin dengan satu tower jatuh dikatakan ini ada kaitan dengan sabotase"

Kahumas Polda Aceh Kombes Gustav Leo

Persoalannya sekarang, kata Gustav, pengungkapan kasus penembakan menjadi tidak mudah, karena pelakunya tidak meninggalkan pesan.

"Pesannya tidak ada. Jadi, kita harus hari-hati," katanya.

"Tapi saya yakin, tidak ada kasus yang tidak terungkap, tinggal menunggu waktu," tambahnya.

Kamis (5/1) pekan lalu, tiga orang pekerja bangunan asal Semarang, Jawa Tengah, terluka parah, setelah ditembak orang tidak dikenal di kawasan Simpang Aneuk Galong, Aceh Besar.

Sebelumnya, penembakan terhadap pekerja pendatang dan warga transmigran terjadi di Aceh Utara terjadi, Minggu (01/01), serta di Bireun satu hari sebelumnya. Tiga orang tewas dalam dua kejadian terpisah.

Akibat penembakan ini, Telkomsel telah memulangkan puluhan pekerja galian kabel yang bekerja untuk mereka.

Sedikitnya 50 orang pekerja bangunan Telkomsel dipulangkan dari Bireun ke daerah asalnya, Aceh, Kamis (5/1).

Mereka disebutkan kebanyakan berasal dari Jawa Timur.

.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2012 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.