BBC navigation

Pemerintah audit semua jembatan berisiko tinggi

Terbaru  29 November 2011 - 16:13 WIB
Jembatan Kukar

Pemerintah akan lakukan audit dan investigasi seluruh jembatan berbentang panjang.

Jembatan Kutai Kartanegara yang ambruk Sabtu (26/11) berada di jalur jalan kabupaten yang biaya pembangunannya berasal dari anggaran belanja provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kukar dan bantuan luar negeri.

Sehingga, jembatan itu seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kami akan meminta dilakukan audit mulai dari perencanaan, pengawasan dan siapa kontraktornya. Siapa yang lalai dalam hal ini. Karena dari sisi usia jembatan itu masih baru," kata Wakil Ketua Komisi Lima DPR, Muhidin M Said saat dihubungi wartawan BBC Indonesia Sri Lestari.

"Di situ pasti ada masalah teknis yang harus dipertanggungjawabkan. Jadi mulai dari desainnya, gambarnya, pelaksanaan dan pengawasannya harus dilakukan investigasi," tambah Muhidin.

Muhidin menambahkan meski di Indonesia terdapat banyak jembatan dengan jenis yang sama dengan jembatan Kutai Kartanegara namun proses investigasi belum akan dilakukan secara menyeluruh.

Jembatan Kutai Kartanegara, lanjut Muhidin, menjadi prioritas karena selain usia yang masih baru, jembatan ini memiliki teknologi dengan risiko yang cukup tinggi.

"Namun nantinya kami akan minta Kementerian PU untuk melakukan investigasi dan mengawasi seluruh jembatan yang memiliki teknologi tinggi," kata Muhidin.

Muhidin mengatakan belum mengetahui jumlah jembatan di seluruh Indonesia namun dia memperkirakan jumlahnya akan cukup signifikan.

"Panjang jalan kabupaten saja sekitar 400.000km, jalan provinsi sekitar 200.000km dan jalan nasional sepanjang 38.000km," tandas Muhidin.

Seruan DPR ini ditanggapi pemerintah dengan langsung membentuk tim untuk melakukan audit jembatan-jembatan yang memiliki risiko tinggi.

"Prioritasnya adalah jembatan-jembatan dengan bentang panjang yang dimiliki pemerintah daerah dan non nasional. Antara lain Jembatan Suramadu dan Ampera," Direktur Jenderal Bina Marga Joko Muryanto.

Penyebab keruntuhan

Sementara itu pakar konstruksi Davy Sukamta menilai penyebab keruntuhan Jembatan Kutai Kartanegara bukan akibat kerusakan tali-tali penyangga jembatan.

"Saya menduga kelemahannya adalah bagaimana menyambung tali gantungan ke jembatan. Kalau sambungannya lepas maka jembatan di bawahnya sekokoh apapun akan runtuh," papar Davy.

"Prioritasnya adalah jembatan-jembatan dengan bentang panjang yang dimiliki pemerintah daerah dan non nasional. Antara lain Jembatan Suramadu dan Ampera."

Joko Muryanto

Namun, Davy tidak mau berspekulasi soal apakah penyebab ambruknya jembatan ini adalah akibat kesalahan rancangan atau buruknya perawatan.

"Memang sistem jembatan gantung itu sangat jarang dilakukan. Sehingga seharusnya pada saat membangunnya harus ekstra hati-hati," tambah dia.

Selain harus sangat berhati-hati pada saat pembangunannya, Davy menambahkan, perawatan jembatan seperti ini memiliki prosedur yang harus diikuti.

"Tiap tali menahan beban yang idealnya beratnya sama. Kalau ketegangan cukup maka bebannya bisa ditahan, kalau kendur beban tidak bisa ditahan. Jadi setiap waktu tali-tali jembatan ini harus dicek dan dikuatkan kembali. Karena sekali lagi jembatan gantung ini lain dari yang lain," kata dia.

"Bagi saya bukan soal 10 tahunnya, namun jembatan ini ambruk pasti ada sesuatu yang salah," tegasnya.

Tragedi ambruknya jembatan Kutai Kartanegara sejauh ini sudah mengakibatkan 18 orang dipastikan meninggal dunia dan 39 orang mengalami luka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.