BBC navigation

Komnas duga polisi langgar HAM

Terbaru  31 Oktober 2011 - 14:42 WIB
Polisi di Papua

Komnas HAM menduga terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

Komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh mengatakan aparat kepolisian telah melecehkan harkat dan martabat rakyat Papua saat membubarkan Kongres Rakyat Papua, 19 Oktober lalu.

Selain itu, lanjut Ridha, aksi kekerasan polisi yang datang dua jam setelah kongres berakhir tak perlu melakukan kekerasan.

"Seharusnya polisi dengan mudah mencari tokoh yang diduga melakukan makar. Tapi upaya persuasif dan dialogis tidak dilakukan kepolisian," kata Ridha kepada BBC Indonesia.

Penilaian ini, lanjut Ridha, diperoleh setelah Komnas HAM mengunjungi lokasi dan melakukan wawancara baik dengan para korban maupun aparat keamanan.

"Kami bertemu dengan seorang ibu yang tertembak pahanya, kami juga bertemu dengan pemuda yang ditodong senjata mulutnya dan bertemu dengan tokoh adat Sentani yang dipukul aparat menggunakan balok hingga tangannya patah," papar Ridha.

Dari hasil wawancara dan temuan di lapangan itu, maka Komnas HAM menduga telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Papua.

"Khususnya hak hidup, hak kebebasan berorganisasi, hak berkumpul, hak mengeluarkan pendapat dan hak terbebas dari tindakan kekerasan," ujarnya.

Hentikan kekerasan

"Kami bertemu dengan seorang ibu yang tertembak pahanya, kami juga bertemu dengan pemuda yang ditodong senjata mulutnya dan bertemu dengan tokoh adat Sentani yang dipukul aparat menggunakan balok hingga tangannya patah."

Ridha Saleh

Meski baru menjadi temuan sementara, Ridha Saleh menegaskan Komnas HAM merekomendasikan sejumlah hal yang harus dilakukan di Papua.

"Hentikan kekerasan dan lakukan evaluasi terhadap pendekatan keamanan baik TNI dan Polri," kata Ridha.

"Presiden harus datang ke Papua, berdialog dengan semua elemen masyarakat Papua, mengundang seluruh komponen strategis, membicarakan hal penting dan mengimplementasikannya," tegas Ridha.

Rakyat Papua, tambah Ridha, lebih memerlukan implementasi tindakan yang berkaitan dengan pengakuan terhadap hak hidup, hak ulayat dan peningkatan kesejahteraan rakyat Papua.

"Rakyat Papua tak butuh lagi ceramah dan pencitraan," lanjut Ridha.

Aparat keamanan membubarkan Kongres Rakyat Papua III, mengeluarkan tembakan peringatan, dan menangkap sejumlah orang yang dianggap melakukan upaya makar.

Menurut Komnas HAM dipastikan tiga orang tewas sementara tujuh orang lainnya mengalami kekerasan bahkan menjadi korban penembakan, dalam pembubaran kongres itu.

Dari tiga korban tewas, Komnas HAM memastikan dua orang di antaranya tewas akibat peluru aparat keamanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.