Hukuman Abu Bakar Ba'asyir dikurangi

Terbaru  26 Oktober 2011 - 22:58 WIB
Abu Bakar Baasyir

Abu Bakar Ba'asyir yang dipenjara 15 tahun karena tindak pidana terorisme dikurangi hukumannya menjadi sembilan tahun.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut atas pengurangan hukuman oleh pengadilan banding itu.

Bulan Juni lalu, pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghukum Ba'asyir 15 tahun penjara karena terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam.

Salah seorang penasehat hukum Abu Bakar Ba'asyir, Mahendradatta, mengatakan sudah mengkonfirmasi keputusan itu kepada pihak pengadilan tinggi.

"Namun secara formal kami belum mendapat pemberitahuan dari pihak pengadilan karena seharusnya diberitahukan oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sebagai tempat Ustad Abu Bakar Ba'asyir disidang," tuturnya kepada BBC Indonesia.

Hukuman yang dijatuhkan terhadap Bashir pada bulan Juni lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa penuntut yang menginginkan lelaki berusia 72 tahun itu dijatuhi hukuman seumur hidup.

Mengajukan kasasi

Hukuman Ba'asyir dikurangi

Salah seorang penasehat hukum Abu Bakar Ba`asyir, Mahendradatta akan kasasi atas pengurangan hukuman Ba'asyir.

Dengarmp3

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Walau hukuman Ba'asyir dikurangi menajdi sembilan tahun, pihak penasehat hukum mengatakan akan mengajukan kasasi.

"Kalau kami bisa berkata, itu insya Allah pasti. Mengapa kami mengatakan akan kasasi ke Mahkamah Agung karena dalam hal ini kami tidak melihat bahwa hakim itu mencermati atau mempetimbangkan hal yang paling esensial dari petisi kami."

Menurut Mahendradatta salah satu argumentasi yang mereka ajukan dalam mengajukan banding dan juga nanti untuk kasasi adalah tidak pengadilan menghadirkan saksi secara fisik.

"Mengapa kami mengatakan akan kasasi ke Mahkamah Agung karena dalam hal ini kami tidak melihat bahwa hakim itu mencermati atau mempetimbangkan hal yang paling esensial dari petisi kami."

Mahendradatta

"Namun melalu sebuah rekaman atau melalui media televisi atau internet padahal posisi atau lokasi saksi itu berada tidak lebih dari 15 mil dari tempat pengadilan. Itu antara lain di samping ada hal-hal lain yang menjadi keberatan kami."

Mahendratta menegaskan yang akan diperjuangkan adalah bukan sekedar pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dari hukuman, namun proses pengadilan yang dianggap sebagai 'metode pengadilan yang baru.'

"Apabila ini diterapkan kepada pihak-pihak lain yang bukan tindak pidana terorisme, itu dapat menghilangkan atau mengeliminir rasa keadilan," tambahnya.

Ba'asyir sebelumnya didakwa terkait pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara.

Namun hukuman itu dibatalkan dalam sidang banding dan ia dibebaskan tahun 2006.

Ba'asyir ditahan kembali tahun lalu karena perananya dalam pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.