BBC navigation

Mantan menteri kritik reshuffle

Terbaru  19 Oktober 2011 - 09:43 WIB
Kabinet Presiden Yudhoyono

Ada menteri kecewa karena dicopot dari kabinet, ada yang suka rela menerima.

Di tengah perhatian tentang acara pelantikan kabinet, mantan menteri kabinet mengeluhkan tata cara pemberhentian Presiden yang dianggap tak layak.

Sejumlah pernyataan muncul dalam suasana pelantikan para menteri baru, yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Rabu (19/10) pagi.

"Saya nggak tahu apa-apa. Bagi saya sebagai manusia biasa saya kecewa. Sebagai orang Islam saya merasa dizalimi,"protes Fadel Muhammad, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan kepada wartawan yang mengerumuninya di Istana sebelum pelantikan.

Fadel hingga Selasa petang sebelum pengumuman presiden tentang kabinet terbarunya masih berupaya menemui Presiden Yudhoyono di Istana, meski kemudian menurut berita media di Jakarta, permintaannya bertemu presiden ditolak.

Setelah meninggalkan istana sejumlah media juga masih memberitakan Fadel merasa yakin namanya tetap berada dalam kabinet, meski dua jam kemudian namanya tak disebut lagi dalam kabinet.

"Bertahun-tahun saya bekerja dan kinerja saya cukup bagus. Hasil pemeriksaan BPK menunjukan (kinerja keuangan kementrian) Wajar Dengan Pengecualian," tambah Fadel seperti dilaporkan wartawan BBC di Istana, Andreas Nugroho.

Terima suka rela

Kolega Fadel di Golkar, wakil Ketua DPR, Priyo Budisantoso juga menilai cara Presiden memberhentikan Fadel mestinya bisa lebih baik.

Meski demikian, Priyo mengakui, pemilihan menteri adalah hak penuh presiden.

"Kalau boleh saya sarankan Istana mestinya memberitahukan Pak Fadel dengan bahasa yang kira-kira terhormat sehingga tidak merasa dicampakkan,"komentar Priyo.

Golkar, partai asal Fadel, tidak meributkan pencopotan ini karena penggantinya adalah orang dekat Ketua Umum, Aburizal Bakrie, yakni Cicip Sutardjo.

Menteri lain yang juga dicopot dari kabinet, Patrialis Akbar, nampak tenang menghadapi pergantian jabatannya.

"Masalah kinerja saya tidak ada masalah. Saya terima, tidak ada masalah,"kata Patrialis dengan senyum.

Mantan Menteri Hukum dan HAM ini juga menjanjikan dukungan pada penerusnya, Amir Syamsuddin, salah satu pejabat puncak dalam Dewan Kehormatan Partai Demokrat, partai pendukung Presiden Yudhoyono.

Sikap suka rela melepas jabatan juga ditunjukkan Suharso Manoarfa, mantan Menteri Perumahan Rakyat, yang justru menyerahkan jabatannya karena alasan konflik keluarganya yang banyak disorot media.

"Saya tidak mau membebani Presiden."

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.