BBC navigation

Lima menteri dan ketua BIN baru di kabinet

Terbaru  17 Oktober 2011 - 14:37 WIB
Kabinet Presiden Yudhoyono

Kabinet baru akan diumumkan sebelum tanggal 19 Oktober, Rabu lusa.

Lima orang tokoh dan seorang anggota militer aktif mengumumkan mereka telah diminta Presiden Susilo Bambang untuk bergabung dalam kabinet dan mengganti posisi sejumlah menteri.

Mereka adalah Gita Wirjawan, Djan Faridz, Azwar Abubakar, Amir Syamsuddin, Dahlan Iskan, serta Letjen TNI Marciano Norman.

Saat berdiri di depan wartawan menyampaikan kabar ini, wajah para calon menteri nampak berseri-seri.

"Saya diminta Presiden menjadi Menteri Perdagangan," kata Gita Wirjawan tak menyembunyikan senyum di wajahnya.

Calon lain, seperti Azwar Abubakar, bahkan sempat meminta restu agar jabatannya diemban dengan sukses.

"Mohon doa restu agar saya dapat menjalankan amanat Bapak Presiden ini,"katanya.

Meski demikian, nampaknya tidak semua calon menteri gembira dengan penunjukan ini.

Dahlan Iskan menyampaikan permintaan Presiden dengan menahan isak tangis, karena merasa pekerjaannya belum tuntas di PLN.

"Saya dan teman-teman sedang sangat bersemangat melakukan pembenahan di PLN,"katanya singkat.

Perpisahan lebih awal

Calon menteri dan pejabat baru kabinet

  1. Gita Wirjawan, saat ini Ketua BKPM, ditunjuk sebagai Menteri Perdagangan
  2. Djan Faridz, saat ini anggota DPD, ditunjuk sebagai Menteri Perumahan Rakyat
  3. Amir Syamsuddin, saat ini anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, ditunjuk sebagain Menkum-HAM
  4. Azwar Abubakar, saat ini anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, ditunjuk sebagai Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi
  5. Dahlan Iskan, Direktur PLN, ditunjuk sebagai Menteri BUMN
  6. Letjen Marciano Norman, Komandan Paspampres, ditunjuk sebagai Ketua BIN

Meski hampir pasti mereka akan menjabat, presiden juga mensyaratkan agar para calon menjalani tes kesehatan terlebih dulu.

"Siapa tahu, saya ini kan juga orang sakit," kata Dahlan Iskan, tentang kondisi kesehatannya yangs empat kritis akibat gangguan penyakit hati.

Dalam proses rekrutmen menteri tahun 2009, seorang calon, Dr Nila Moeloek, batal menjadi menteri kesehatan setelah proses tes kesehatan meski kemudian tak dijelaskan apa sebab pembatalan penunjukannya.

Sementara para menteri baru ditunjuk, sejumlah pejabat menteri dikabarkan sudah mulai tak aktif dari kegiatan kerja sejak pekan lalu.

Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Manoarfa, misalnya telah menyerahkan surat pengunduran diri sejak 12 Oktober lalu.

Sedang Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar disebut sejumlah media telah menggelar acara perpisahan internal di kantornya pagi tadi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.