Kabinet belum diubah, 13 wakil menteri ditunjuk

Terbaru  16 Oktober 2011 - 15:08 WIB
Kabinet Presiden Yudhoyono

Hasil akhir rombak ulang kabinet akan diumumkan pada 19 Oktober, 2011.

Sementara teka-teka susunan kabinet baru belum terjawab, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menunjuk 13 wakil menteri kabinet baru.

Hingga Jumat (15/10), Presiden meminta kesediaan sejumlah guru besar dan tokoh penting berbagai universitas di Indonesia untuk duduk dalam berbagai posisi nomor dua di kementrian.

Daftar nama wakil menteri kabinet baru

  1. Dekan Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr Ali Gufron Mukti sebagai Wakil Menteri Kesehatan
  2. Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar sebagai Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
  3. Mantan Dubes Singapura Wardana sebagai Wakil Menteri Luar Negeri menggantikan Triono Wibowo
  4. Musliar Kasim sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan
  5. Sekretaris Menteri BUMN Mahmudin Yasin sebagai Wakil Menteri BUMN
  6. Wakil Menteri Pertamian Bayu Krisna Murti sebagai Wakil Menteri Perdagangan
  7. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar sebagai Wakil Menteri Keuangan
  8. Kepala BPS Rusman Heriawan sebagai Wakil Menteri Pertanian
  9. Guru Besar Arsitektur FT UGM Wiendu Nuryanti sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan
  10. Prof Eko Prasojo sebagai Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi
  11. Dr Denny Indrayana sebagai Wakil Menteri Hukum dan Ham
  12. Prof Dr Widjajono Partowidagdo sebagai Wakil Menteri ESDM
  13. Dr Nasaruddin Umar sebagai Wakil Menteri Agama

Mereka silih berganti dipanggil ke rumah pribadi Presiden Yudhoyono di Cikeas dan ke istana negara, untuk diwawancara dan dimintai kesediaan menjabat.

Usai wawancara, mereka mengenalkan diri dan melayani beberapa pertanyaan wartawan media yang menunggu proses kocok ulang kabinet diumumkan.

Lima nama dalam daftar ini merupakan pejabat tinggi di perguruan tinggi negeri, yakni Dekan Fakultas Kedokteran UGM, Prof Dr Ali Gufron Mukti, yang ditunjuk sebagai sebagai Wakil Menteri Kesehatan, kemudian Musliar Kasim, Rektor Universitas Andalas Lampung, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan, Guru Besar Arsitektur FT UGM, Wiendu Nuryanti, juga sebagai Wamendiknas pada bidang Kebudayaan, serta Guru Besar Ilmu Politik UI, Prof Eko Prasojo, sebagai Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, dan terakhir Widjajono Partowidagdo, Guru Besar ITB bidang Teknik Perminyakan.

Posisi wakil menteri mulai diperkenalkan dalam Kabient Indonesia Bersatu II yang dibentuk Presiden Yudhoyono setelah kemenangannya dalam Pilpres 2009, untuk periode pemerintahannya yang kedua.

Dari lima posisi, kemudian Presiden Yudhoyono menambah lima lagi posisi wakil menteri pada Januari 2010.

Posisi wakil menteri saat itu antara lain diberikan kepada Kementrian Pertanian, Perdagangan, Pendidikan Nasional, Luar Negeri, dan Keuangan.

Belum ada penjelasan, mengapa posisi wakil menteri kini dilebarkan untuk lebih banyak kementrian, bahkan ada satu kementrian yang memiliki lebih dari satu posisi wakil menteri.

Juru bicara presiden bidang politik Daniel Sparingga maupun juru bicara bidang dalam negeri Julian Pasha, tidak menjawab saat dihubungi BBC.

Jadwal padat

Dalam pernyataannya kepada wartawan saat bearada di Cikeas tadi pagi, juru bicara istana Julian Pasha mengatakan hari ini proses reshuffle kemungkinan akan berbeda lokasi, dengan sebagaian pemanggilan menteri mungkin dilakukan di istana negara.

Meski bertepatan dengan hari libur akhir pekan, Minggu (16/10), jadwal resmi Presiden Yudhoyono cukup padat termasuk dengan agenda menerima Raja Malaysia Paduka Yang Dipertuan Agong XIII.

Untuk acara kenegaraan ini hadir di Istana Negara antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Mensesneg Sudi Silalahi.

Tidak namapak Menko Kesra Agung Laksono dalam barisan menteri yang hadir, menimbulkan spekulasi makin santer bahwa yang bersangkutan memang akan diberhentikan dari jabatan menteri kabinet.

Sementara beberapa jam sebelumnya, di Cikeas, Presiden telah memanggil tiga orang menteri dari Partai Demokrat, yakni Menpora Andi Mallarangeng, Menteri PAN EE Mangindaan, dan Menbudpar Jero Wacik.

Tak ada penjelasan resmi terkait pemanggilan tersebut, termasuk tentang rumor bahwa posisi menteri dari Partai Demokrat akan berkurang dalam kabinet.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.