BBC navigation

Presiden sementara fokus rombak kabinet

Terbaru  6 Oktober 2011 - 14:26 WIB
Kabinet Indonesia Bersatu II

Kabinet Indonesia Bersatu II versi 2009 dikritik terlalu gemuk dan kurang profesional.

Hingga pertengahan pekan depan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono akan berkonsentrasi menggodok perombakan kabinet.

Keduanya membicarakan perombakan kabinet tanpa didampingi siapapun, kata juru bicara istana untuk bidang politik, Daniel Sparingga.

"Presiden dan Wapres bicara secara maraton dan intensif dalam ruang tertutup akan membahas hal ini," kata Daniel.

Pola pembicaraan empat mata tersebut menurut Daniel ditekankan oleh Presiden Yudhoyono sebagai isyarat bahwa proses rombak kabinet tidak dipengaruhi oleh pihak manapun, sebagaimana kerap dituduhkan sejumlah rival politik Yudhoyono selama ini.

"Pada saatnya tentu nanti wakil dari partai-partai koalisi akan dilibatkan, tetapi ini bukan saatnya,"tambah Daniel.

Dalam berbagai pemberitaan di media nasional, berbagai komentar partai politik baik dari kubu koalisi maupun pesaing berkali-kali muncul.

Sebagian mengecam ide reshuffle, sementara sebagian lainnya mengaku menyerahkan sepenuhnya pada presiden.

Muncul daftar

Sejak dikonfirmasi langsung oleh Presiden Yudhoyono bahwa perombakan kabinet akan diumumkan sebelum 19 Oktober, muncul berbagai daftar menyangkat nama menteri yang diduga akan dilepas dan nama baru yang akan direkrut.

Presiden Yudhoyono

Banyak orang 'marah dan ngamuk' karena gagal masuk kabinet, kata presiden.

Sepekan setelah pengumumannya, Yudhoyono kembali bicara pada media untuk menegaskan daftar itu bukan berasal dari Cikeas.

Menurut presiden, banyak tokoh 'ngamuk dan marah' karena namanya batal masuk kabinet yang diumumkan tahun 2009 dan bahkan memusuhinya hingga sekarang.

Rekrutmen menteri tahun 2009 berlangsung nyaris transparan karena para calon dipanggil ke Cikeas dan langsung diwawancarai oleh Yudhoyono. Sebagian besar benar-benar dilantik menjadi menteri, namun ada pula yang kemudian batal menjabat tanpa alasan jelas.

Daniel Sparingga menduga bahwa untuk menghindarkan perhatian berlebihan terhadap proses yang sama, kali ini presiden tidak akan menggelar ritual serupa.

"Juga karena kuatnya kehendak Presiden untuk tidak menjadikan proses ini sebagai kehebohan yang tidak perlu, sebagai tontonan, apalagi hiburan," tegasnya.

Kabinet saat ini beranggotakan 36 menteri atau pejabat setingkat menteri, dan baru sekali terjadi perubahan menteri pada tahun 2010.

Komposisi ini dikritik sejumlah pihak terlalu gemuk dan banyak pos dibuat sekedar untuk membagi kekuasaan dengan partai koalisi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.