Survei tunjukan citra politisi memburuk

Terbaru  2 Oktober 2011 - 17:24 WIB
anggota parlemen di dpr

Ulah sejumlah anggota DPR yang terlibat kasus korupsi membuat citra politisi di era reformasi memburuk.

Survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia, LSI, menyebutkan persepsi publik terhadap citra politisi menurun akibat terungkapnya kasus korupsi yang melibatkan sejumlah politisi di parlemen.

"Responden yang melihat secara positif terhadap politisi tahun ini hanya 23,4 persen padahal ditahun 2005 ada 44,2 persen yang menilai kerja politisi masih relatif baik. Jadi dalam waktu enam tahun citra politisi turun hingga 21 persen," kata Peneliti LSI, Ardian Sopa kepada wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

"Survei kali ini juga menunjukan 51,36 persen responden menyatakan kerja politisi sangat buruk atau buruk."

LSI kata Ardian melakukan survei kepada 1200 responden dengan metode multi stage random sampling di 33 provinsi pada tanggal 5-10 September.

Menurutnya survei yang dilengkapi dengan wawancara ini mempunyai batas kesalahan (margin error) mencapai 2,9 persen.

Sopa mengatakan ada tiga faktor yang menyebabkan buruknya persepsi publik terhadap politisi.

"Pertama karena banyaknya kasus korupsi yang melibatkan politisi baik di pusat dan di daerah, Kedua ternyata ada aktor baru dalam korupsi politik saat ini yaitu oknum di badan anggaran dan ketiga adalah adanya media sosial yang membuat informasi tentang kasus yang terjadi menyebar."

Survey ini bahkan memunculkan persepsi publik yang menilai politisi di era reformasi lebih buruk daripada politisi era orde baru.

"12,9 persen reponden mengatakan politisi era reformasi lebih baik dari era orde baru dan ada 31,9 persen responden mengatakan politisi era orde baru lebik dari era reformasi."

Tidak sepakat

Namun survei ini dinilai oleh seorang politisi di DPR sebagai survei yang tidak lengkap dan melewatkan sejumlah hal terkait kondisi para politisi saat ini.

"Ada banyak responden yang melihat politisi era orde baru lebih baik dari politisi era reformasi ini"

Ardian Sopa

"Korupsi kan tidak hanya sekarang kalau dulu sentralistik eksekutif saja sekarang merata, LSI juga sepihak itu dan tidak pernah melihat peran politisi di parlemen sekarang dan zaman orde baru dan tidak bisa membandingkan apple to apple," kata Politisi PDI Perjuangan di DPR, Eva Sundari.

Eva mengatakan maraknya kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR ini karena konsekuensi adanya hak pengelolaan anggaran yang kini dipegang oleh anggota DPR kondisi ini berbeda dengan peran anggota DPR di era orde baru.

Namun dia tidak sepakat jika survei itu menyebutkan politisi era reformasi lebih buruk dibandingkan era orde baru.

"Politisi di era reformasi ikut melahirkan sejumlah undang-undang yang mengatur soal KDRT, penanganan korupsi dan perlindungan HAM dan ini tidak pernah dilakukan oleh politisi era orde baru,"

Dalam penjelasannya LSI mengatakan sepanjang enam tahun terakhir, terdapat 125 kepala daerah yang menjadi tersangka, terdakwa atau terpidana.

Lembaga itu juga menyebut ada 19 anggota DPR dan mantan DPR yang tersangkut kasus korupsi.


Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.