BBC navigation

Polisi mengatakan situasi Ambon relatif terkendali

Terbaru  12 September 2011 - 09:41 WIB
Aparat

Aparat TNI dan Polisi masih berjaga-jaga di pusat kota Ambon, pasca kerusuhan.

Situasi kota Ambon, Maluku, Senin (12/9) relatif aman pasca kerusuhan yang terjadi pada hari Minggu (11/09). Demikian disampaikan juru bicara Kepolisian Daerah Maluku AKBP Yohanes Huwae saat dihubungi BBC Indonesia.

"Aparat polisi sudah disebar ke lapangan untuk mencegah agar perkelahian antar warga tidak terjadi lagi," kata Yohanes.

Kegiatan rutin masyarakat di kota Ambon, lanjut Yohanes, sudah kembali normal. Polisi hanya ditempatkan di tempat-tempat yang terjadi konflik.

"Seperti di daerah Trikora, Gereja Silo, lalu yang akan ke daerah Mangga Dua. Hanya jalan-jalan tertentu saja yang dijaga polisi," lanjut Yohanes.

Namun Yohanes mengatakan meski keamanan relatif sudah dipulihkan, kondisi di beberapa daerah kota Ambon masih terasa sedikit mencekam.

Situasi mencekam ini membuat sebagian warga, khususnya di daerah-daerah yang kemarin terjadi kerusuhan, memilih mengungsi ke kediaman kerabat mereka.

"Sebagian warga trauma. Mereka takut situasi tahun 1999 kembali terulang," papar Yohanes.

Untuk mengamankan kota Ambon, Polda Maluku mendapat bantuan sebanyak 200 personil Brimob yang didatangkan dari Sulawesi Selatan.

Gubernur gelar pertemuan

"Aparat polisi sudah disebar ke lapangan untuk mencegah agar perkelahian antar warga tidak terjadi lagi."

AKBP Yohanes Huwae

Selain pengamanan yang diperketat, Yohanes memaparkan saat ini jajaran pemerintah daerah Maluku tengah menggelar pertemuan dengan para pejabat dan tokoh masyarakat.

"Pertemuan digelar untuk mencari solusi masalah ini," katanya.

Bentrok antar kelompok massa pecah di Ambon, Maluku diduga kuat sebagai buntut tewasnya seorang tukang ojek asal Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe.

Kerusuhan berawal di kawasan Mangga Dua usai pemakaman tukang ojek tersebut. Warga marah dan kemudian melempar batu serta membakar sejumlah kendaraan bermotor.

Selain kawasan Mangga Dua, kericuhan juga meluas di kota Ambon seperti di Tugu Trikora Ambon.

Penyebab kematian tukang ojek ini masih simpang siur namun kabar yang beredar di tengah masyarakat adalah akibat pembunuhan.

Seperti dikutip sejumlah media lokal, juru bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, mengatakan tukang ojek meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Beberapa media juga menyebut kerusuhan itu menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Namun, kepada BBC Indonesia, AKBP Yohanes Huwae menyatakan tak ada jatuh korban tewas dalam kerusuhan tersebut.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.