BBC navigation

Ketua KPK dari kepolisian dan kejaksaan?

Terbaru  5 Agustus 2011 - 20:29 WIB

Calon pimpinan KPK dari unsur penegak hukum diduga lebih setia kepada mantan atasan

Pegiat antikorupsi meminta pengkajian ulang dua calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur penegak hukum yang lolos seleksi.

Keberadaan dua orang itu dikhawatirkan berpotensi melemahkan KPK ketika mereka harus memeriksa pejabat dari kejaksaan dan kepolisian yang terindikasi korupsi.

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, khawatir kehadiran mereka akan membuat KPK yang kredibilitasnya tengah disorot, akan makin terpuruk.

"Kalau dia polisi dan kalau dia jaksa ada kemungkinan dia akan mengalami spirit of the corps kan... Kita tidak menutup mata bahwa jaksa dan polisi itu sulit untuk berada pada posisi bersih sebersih-bersihnya," kata Zainal kepada BBC.

Dua orang dari sepuluh nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi tersebut diketahui berasal dari kepolisian dan kejaksaan yaitu mantan Kapolda Sulawesi Tengah Aryanto Sutadi dan Zulkarnain, staf ahli Jaksa Agung.

Integritas

"Kalau dia polisi dan kalau dia jaksa ada kemungkinan dia akan mengalami spirit of the corps kan... Kita tidak menutup mata bahwa jaksa dan polisi itu sulit untukberada pada posisi bersih sebersih-bersihnya"

Zainal Arifin Mochtar

Mantan pimpinan KPK yang juga pernah menjadi jaksa, Tumpak Hatorangan Panggabean mengakui ada kendala psikologis bila penyidik KPK yang berlatar jaksa harus memeriksa bekas atasannya di lembaga kejaksaan.

Tetapi situasi sulit ini bisa ditekan apabila jaksa tersebut punya integritas yang kuat dan mandiri serta tidak tunduk kepada mantan atasan.

"Memang betul itu ada sedikit kegamangan tetapi terpulang kembali kepada yang bersangkutan sendiri apakah dia mau menempatkan dirinya independen tidak terpengaruh kepada mantan atasannya ataukah dia memang masih punya pengaruh seperti itu," kata Tumpak.

Ketua Panitia Seleksi Patrialis Akbar kemarin tidak membantah adanya perdebatan walau dia menjamin proses tidak diintervensi pihak manapun.

Selain dua nama berlatar profesi penegak hukum, nama-nama lain yang juga lolos adalah pegiat antikorupsi Bambang Widjayanto, serta Abdullah Hehamahua, penasihat KPK.

Setelah mengikuti proses wawancara sehingga tinggal menjadi delapan orang pada pekan depan, nama-nama yang lulus akan diserahkan ke presiden sebelum diserahkan kepada DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, sehingga kelak akan tersaring empat orang pimpinan KPK terpilih.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.