Letusan terbesar Gunung Lokon

Terbaru  17 Juli 2011 - 13:26 WIB
Gunung Lokon meletus

Letusan Lokon menyebabkan ribuan orang mengungsi namun tak ada korban jiwa.

Gunung Lokon kembali memuntahkan sejumlah letusan pada Minggu (17/7) salah satunya yang terbesar sejak gunung berapi sangat aktif di Sulut itu mulai meletus sejak 10 Juli lalu.

Letusan ini memaksa lebih dari 5.200 warga yang tinggal di lerengnya mengungsi, meskipun belum ada laporan korban jiwa.

Menurut Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) DR Surono, letusan terbesar tercatat pada pukul 10.30 Minggu pagi.

"Kami mencatat hamburan material vulkaniknya mencapai radius 3,5 kilometer, tapi kami mendengar bahwa Pemda setempat dalam rapat-rapat sudah menginstruksikan bahwa warga yang masuk daerah evakuasi mencapai 4km dari sumber letusan,"kata Surono pada BBC.

Sejak menetapkan status awas, status tertinggi dalam sistem peringatan dini bencana di Indonesia, BVMBG belum mengubah status Lokon.

"Sampai kini tremor dari bekas letusan pagi tadi masih terasa, kita berharap akan segera stabil sehingga bisa memperkirakan apakah masih ada energi letusan berikutnya,"tambahnya.

Pengungsi dipindahkan

Kepada pemerintah daerah Tomohon dan Sulut serta pengelola bandar udara Samratulangi, Surono mengatakan tetap mengirim peringatan akan adanya bahaya letusan Lokon yang harus diwaspadai.

"Sampai kini tremor dari bekas letusan pagi tadi masih terasa, kita berharap akan segera stabil sehingga bisa memperkirakan apakah masih ada energi letusan berikutnya"

DR SUrono

Namun hingga saat ini, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bandara dan berbagai fasilitas lain tak terganggu.

Sedikit persoalan seperti dicantumkan di halaman situs BNPB adalah pemindahan ribuan pengungsi dari lokasi-lokasi sekolah saat ini ke lokasi publik lain.

Sebanyak 3.947 orang pengungsi yang saat ini berada di empat titik pengungsi, yang selanjutnya akan disebar ke 23 titik pengungsi di Balai Pertemuan Umum (Balai Desa) dan Universitas Negeri Manado.

"Alasan relokasi karena empat titik tersebut adalah sekolah, yang besok senin akan mulai aktivitas belajar,"demikian bunyi pernyataan BNPB.

Sekolah-sekolah tersebut adalah SMA Kristen Binous, SMA Kristen 1 dan 2, SMP 1 Tomohon, dan SD GMIM.

Hingga Minggu ini, data BNPB menyebut jumlah pengungsi telah menjadi 5.205 orang.

Pemerintah pusat telah mengirim Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono Sabtu sore ke lokasi, dengan membawa bantuan sjeumlah barang serta uang tunai Rp500 juta.

Agung juga menjanjikan pemerintah siap membantu Pemda Tomohondan Sulut mengatasi dampak akibat letusan gunung Lokon.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.