Polisi belum bisa masuk pesantren Bima

Terbaru  12 Juli 2011 - 17:23 WIB
Polisi

Diduga bom buatan tangan di pesantren itu akan digunakan untuk menyerang polisi.

Kepolisian Republik Indonesia menangkap 11 orang berkaitan dengan meledaknya bom di sebuah pesantren di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Seorang pengajar pesantren tewas akibat ledakan itu dan sampai sore ini polisi belum bisa memasuki lokasi kejadian karena dihadang oleh para santri lainnya, seperti dilaporkan wartawan BBC di Jakarta, Sri Lestari.

"Hari ini telah diamankan 11 orang dan ada satu korbannya. Dia jabatannya di pondok pesantren itu sebagai pengajar atau bendaharanya," tutur juru bicara Kepolsian RI," Anton Bachrul Alam.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti berupa parang dan panah di Pondok Pesantren Umar Bin Khatab di Bolo, Bima.

"Pada intinya mereka tidak ingin polisi ke sana dan karena tadi malam kita juga tidak ingin menimbulkan kerusuhan dan sebagainya, maka kita melakukan perundingan."

Anton Bachrul Alam mengatakan bom yang meledak itu diduga bom rakitan yang diduga akan digunakan untuk menyerang polisi.

Hingga Selasa (12/07) sore, polisi masih mencoba melakukan pendekatan kepada pengurus pesantren untuk bisa memeriksa lokasi kejadian.

Dia menambahkan kepolisian masih melakukan penyelidikan, apakah bom tersebut terkait dengan penangkapan salah seorang santri yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan polisi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.