Kongres PSSI, pendukung Toisutta terbelah

Terbaru  8 Juli 2011 - 17:32 WIB

Kongres Luar Biasa PSSI di Solo kemungkinan tidak akan diwarnai pencalonan pasangan Toisutta-Arifin Panigoro.

Jelang Kongres Luar Biasa PSSI yang akan berlangsung di Solo, Sabtu (9/7) besok, peserta tidak lagi bersikeras mendukung dua calon yang dicoret FIFA, George Toisutta dan Arifin Panigoro.

Dukungan itu disebutkan mulai bergeser kepada calon lain, sehingga perubahan ini dianggap bisa memperbesar peluang terpilihnya ketua PSSI yang baru -- setelah gagal dalam 2 kongres sebelumnya.

"Karena yang kami perjuangkan adalah visi, dan bukan orang," kata Saleh Mukadar, salah-seorang anggota Kelompok 78, yang selama ini dikenal sebagai pendukung pasangan Toisutta dan Arifin Panigoro.

"Saya kira (kita) tidak (lagi mencalonkan Toisutta dan dan Arifin)," tandasnya kepada Andreas Nugroho, wartawan BBC Indonesia, hari Jumat (8/7) siang.

Belum diketahui apa yang melatari perubahan sikap Mukadar dan rekan-rekannya.

Tetapi menurut Mukadar, kelompok 78 akan menggelar pertemuan pada Jumat malam untuk menentukan siapa calon ketua umum yang akan diusung. "Nanti malam akan diketahui siapa namanya," kata Mukadar.

"Saya kira (kita) tidak (lagi mencalonkan Toisutta dan dan Arifin)"

Saleh Mukadar

Sejumlah laporan menyebutkan salah-satu nama yang dipertimbangkan oleh kelompok ini adalah Djohar Arifin yang pernah menjabat Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia, KONI.

Selain Djohar, nama-nama lain yang disebut berpeluang dipilih pada KLB besok adalah Agusman Effendi, Erwin Aksa, Akhsanul Qosasih serta Sutiyoso.

Asal direstui FIFA

Di kalangan pemilik hak suara, sejauh ini belum ada suara tunggal tentang siapa calon ketua umum yang akan dipilih.

Namun secara umum yang terlihat mereka siap mendukung siapapun calonnya, asal "sudah direstui oleh FIFA," kata Sekretaris Pengda PSSI Papua, Usman Fakaubun.

"Kalau yang tidak direstui, ya kita lupakanlah," katanya lagi. "Itu masa lalu kita."

Hingga Jumat sore, FIFA masih belum mengubah keputusannya tentang pencoretan nama George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai calon Ketua Umum PSSI.

Sebagian pemilik hak bersuara mendukung siapapun calonnya, asal bukan pasangan Toisutta-Arifin Panigoro.

Sehingga, calon ketua umum PSSI yang berada ditangan Komite Normalisasi -- lembaga yang dibentuk FIFA untuk memilih ketua umum PSSI melalui forum kongres -- tetap berjumlah 18 orang.

Para calon inilah yang besok akan dipilih oleh 100 pemilik hak suara dalam KLB di Kota Solo.

Kongres PSSI ini mengagendakan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota komite eksekutif PSSI periode 2011-2015.

Apabila kelak kongres ini kembali tidak membuahkan hasil, Indonesia akan terkena sanksi FIFA.

Perketat interupsi

Berbeda dengan kongres sebelumnya, dimana peserta berhak untuk melakukan interupsi terhadap sejumlah persoalan, kali ini Komite Normalisasi akan memperketatnya.

Anggota Komite Normalisasi, Sumaryoto mengatakan Komite akan mengeluarkan peserta dari ruang rapat, jika dinilai tidak memenuhi aturan itu.

"Dan, kalau mau interupsi, harus isi formulir dulu," ungkap Sumaryoto.

"Dan, kalau mau interupsi, harus isi formulir dulu"

Sumaryoto

Hal ini ditekankannya, karena interupsi yang berlebihan pada kongres sebelumnya membuat acara ini gagal membuahkan hasil.

Selain itu, Komite Normalisasi juga akan memperketat penjagaan keamanan di sekitar lokasi hotel tempat berlangsungnya kongres.

Setidaknya untuk memasuki lokasi rapat akan ada empat lapis penjagaan, kata Sumaryoto.

Penjagaan ini menurutnya untuk memastikan mereka yang hadir nanti adalah yang memegang hak suara.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.