BBC navigation

Letjen Pramono Edhie, KSAD baru

Terbaru  30 Juni 2011 - 14:25 WIB
Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo

Letjen Pramono Edhie Wibowo telah menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.

Pengamat militer Kusnanto Anggoro kepada BBC Indonesia mengatakan Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo memiliki cukup pengalaman untuk menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru.

"Dari track record dan pengalaman operasional nampaknya kapasitas Pramono sangat cukup untuk menjadi kepala staf," kata Kusnanto.

Soal hubungan keluarga dengan Presiden Yudhoyono menurut Kusnanto malah bisa menjadi beban bagi KSAD baru ini.

Namun, Kusnanto mengatakan sebenarnya dari jajak pendapat internal angkatan darat tidak memilih Pramono sebagai KSAD.

"Dari survey internal yang diharapkan menjadi KSAD adalah Letjen Budiman yang pernah menjadi Kodiklat dan Pangdam Diponegoro," tambah Kusnanto.

Hasil ini, lanjut Kusnanto, bisa berarti Pramono kurang diterima di kalangan internal Angkatan Darat.

"Tapi bisa juga mencerminkan sedikit perbedaan soal KSAD antara Angkatan Darat dan presiden," tambah Kusnanto.

Prestasi setara

Dari sisi prestasi akademis dan pengalaman lapangan baik Pramono, Budiman dan Marciano Norman bisa dikatakan tak berbeda jauh.

Kelemahan Pramono, kata Kusnanto, adalah minimnya pengalaman di bidang birokrasi penyusunan kebijakan.

"Berbeda dengan Letjen Budiman yang pernah menjadi sekretaris militer presiden dan salah satu dirjen di Dirjen Strategi Pertahanan," papar Kusnanto.

Dengan pengalaman ini maka pengalaman Budiman terkait penyusunan kebijakan maka dia lebih unggul dibanding Pramono dan Marciano.

"Mungkin dipilihnya Pramono dipilih lebih dari kompetensi ketentaraan dan kecilnya kemungkinan ikut memiliki gagasan kebijakan strategis," lanjut Kusnanto.

Soal hubungan keluarga dengan Presiden Yudhoyono menurut Kusnanto malah bisa menjadi beban bagi KSAD baru ini.

Kepentingan politik

"Dari survey internal yang diharapkan menjadi KSAD adalah Letjen Budiman."

Kusnanto Anggoro

Meski demikian Kusnanto tidak menghilangkan kemungkinan adanya pertimbangan politik dalam pemilihan Pramono.

"Dalam konteks politik hingga 2014 mendapatkan orang yang dipercaya menjadi faktor penting," kata Kusnanto.

Sehingga, lanjut dia, posisi Yudhoyono sebagai presiden sekaligus kakak ipar menjadi faktor penting terpilihnya Pramono sebagai KSAD baru.

"Tapi apakah Partai Demokrat pada 2014 bisa memanfaatkan KSAD lewat cara promosi lebih lanjut masih harus ditelaah," paparnya.

Salah satu masalah adalah dari sisi usia Pramono akan pensiun pada 2013.

"Kecil kemungkinan SBY akan masa tugas atau mempromosikan Pramono menjadi Panglima TNI, karena akan menimbulkan masalah lain," jelasnya.

Pramono, 56, akan menggantikan Jenderal George Toisutta yang memasuki usia pensiun.

Terpilihnya, adik Ny Ani Yudhoyono ini mengungguli dua kandidat kuat lainnya yaitu WakiL KSAD Letnan Jenderal Budiman dan Kodiklat TNI Letnan Jenderal Marciano Norman.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.