Arab Saudi berhenti pekerjakan TKI

Terbaru  30 Juni 2011 - 12:35 WIB

Aksi unjuk rasa mengecam hukuman pancung atas Ruyati di Kedubes Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi, Rabu (29/6) memutuskan menghentikan semua izin kerja bagi pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina.

Keputusan ini diambil akibat berbagai masalah terkait kondisi kerja para pekerja migran dari Asia Tenggara ini.

Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi menegaskan keputusan ini efektif berlaku mulai Sabtu (2/7). Demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi SPA.

"Keputusan ini berbarengan dengan upaya membuka peluang merekrut pekerja rumah tangga dari sumber lain," kata juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi Hattab bin Saleh al-Anzi.

Keputusan ini mendahului moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi yang dimulai 1 Agustus mendatang.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Faisol Reza mengatakan pemerintah belum mendapat kabar resmi soal masalah ini.

Pemerintah kedua negara, kata Faisol, sudah kerap bertemu untuk membicarakan soal kelangsungan pengiriman pekerja rumah tangga ke Arab Saudi.

Indonesia siap

"Namun, hingga kita umumkan moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan itu."

Faisol Reza

Dalam berbagai pembicaraan itu, lanjut Faisol, pemerintah sudah mendengar rumor soal rencana pemerintah Arab Saudi ini.

"Namun, hingga kita umumkan moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan itu," kata Faisol saat dihubungi BBC Indonesia.

Meski demikian, pemerintah Indonesia sudah siap dengan kondisi seperti ini karena selama sepekan ini Indonesia sudah tidak mengirimkan pekerja migran ke Arab Saudi.

"Pemerintah menganggap moratorium ini langkah yang paling tepat untuk perbaikan sistem ketenagakerjaan," lanjut Faisol.

"Saya kira yang dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah bagian perbaikan sistem ketenagakerjaan negara itu," papar Faisol.

Faisol menambahkan menteri tenaga kerja akan memanggil Dubes Arab Saudi untuk meminta penjelasan.

Filipina juga dihentikan

Sumiati, contoh pekerja domestik Indonesia yang mendapat kekerasan di Arab Saudi.

Sementara itu, ketegangan soal buruh migran juga terjadi antara Aran Saudi dan Filipina.

Awal tahun ini, pemerintah Filipina meminta agar gaji para pekerja rumah tangga asal negeri itu dinaikkan menjadi AS$400 sebulan dari AS$210 yang mereka terima saat ini.

Selain itu, pemerintah Filipina mendesak agar pemerintah Arab Saudi menjamin para pekerja rumah tangga Filipina mendapat perlakuan yang manusiawi.

Kelompok aktivis hak asasi manusia mengatakan jutaan pekerja rumah tangga dari negara-negara Asia mendapat perlakuan kasar di Arab Saudi dan negara-negara Teluk.

Kondisi ini disebabkan buruknya undang-undang tenaga kerja di negara-negara itu. Bahkan beberapa negara Teluk tak memiliki undang-undang tenaga kerja.

Pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebut hukuman pancung Ruyati binti Sapubi yang didakwa membunuh majikannya sebagai tidak sesuai norma hubungan internasional.

Indonesia dan Filipina adalah dua negara yang paling banyak mengirimkan pekerja rumah tangganya ke Arab Saudi.

Diperkirakan jumlah pekerja rumah tangga asal Indonesia di negeri kaya minyak itu mencapai 1,5 juta orang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.