BBC navigation

Kemenlu tegaskan Saudi 'meminta maaf'

Terbaru  24 Juni 2011 - 19:56 WIB
Michael Tene

Michael Tene menegaskan ada pernyataan verbal permintaan maaf Dubes Saudi di Jakarta

Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan ada permintaan maaf dari duta besar Arab Saudi di Jakarta terkait eksekusi hukuman mati terhadap TKI bernama Ruyati di Saudi.

Permintaan maaf Saudi ini menjadi polemik setelah kedutaan Saudi di Jakarta hari Jumat (24/6) menyatakan Dubes Saudi tidak menyampaikan permintaan maaf ke pemerintah Indonesia.

"Dalam pertemuan antara Dubes Saudi dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Rabu 22 Juni 2011, Dubes Saudi tidak menyampaikan permintaan maaf atas keputusan Kerajaan Saudi tidak memberi tahu ke KBRI di Riyadh tentang eksekusi hukuman mati terhadap Ruyati," kata staf penerangan Kedubes Arab Saudi di Jakarta, Rahmat Djamaluddin.

Usai pertemuan kedua pejabat, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Michael Tene menjelaskan, "Dubes Saudi di Jakarta menyampaikan permintaan maaf dan menyayangkan situasi berkembang menjadi sedemikian rupa."

Pernyataan pemerintah Indonesia ini dibantah oleh Dubes Saudi.

Moratorium

Namun dalam wawancara dengan BBC Indonesia hari Jumat, Michael Tene mengatakan apa yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Indonesia didasarkan pada fakta.

"Pernyataan Menteri Luar Negeri RI pada keterangan pers 23 Juni didasarkan pada fakta," kata Tene.

Ketika ditanya tentang apakah memang ada pernyataan maaf dari Dubes Saudi secara lisan, Tene menjawab, "Ya."

Tene tidak bersedia menjelaskan lebih jauh soal fakta tersebut.

"Saya tidak ingin berpolemik atau menanggapi keterangan pers kedutaan Saudi di Jakarta. Yang jelas, pernyataan Menlu RI sesuai dengan fakta," kata Tene.

Ruyati dihukum pancung hari Sabtu (18/6) setelah dinyatakan terbukti bersalah membunuh majikan.

Pemerintah Indonesia melayangkan protes karena tidak diberi tahu tentang pelaksanaan hukuman tersebut. Masalah ini memicu kemarahan di dalam negeri yang antara lain berujung dengan moratorium pengiriman TKI nonformal ke Saudi per 1 Agustus 2011.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.