BBC navigation

Kedubes Arab Saudi bantah minta maaf

Terbaru  24 Juni 2011 - 14:35 WIB

Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia akan menyampaikan surat tertulis Menlu RI ke Menlu Arab Saudi.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia membantah telah menyampaikan permintaan maaf ke Menteri Luar Negeri Indonesia karena tidak memberi tahu proses eksekusi mati tenaga kerja Indonesia Ruyati.

Sebelumnya Kementrian Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa hari Senin, Dubes Abdurrahman Muhammad Amien Al-Khyat telah menyampaikan permintaan maaf.

Namun menurut pernyataan pers yang diterima BBC Indonesia hari Jumat (24/06), Dubes Arab Saudi untuk Indonesia tidak pernah menyampaikan hal tersebut.

"Dalam kaitan ini Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Republik Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan ekseskusi hukuman mati terhadap TKI Ruyati," begitu isi pernyataan pers.

Pernyataan Pers ini kemudian dibacakan kepada BBC Indonesia oleh staf penerangan Kedubes Arab Saudi di Jakarta, Rahmat Djamaluddin.

"Dan juga tidak disampaikan kepada Menlu RI bahwa Saudi Arabia lalai mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun yang disampaikan adalah bahwa Duta Besar Saudi Arabia tentang kasus TKI Ruyati tersebut dan akan menyampaikan surat tertulis Menlu RI yang ditujukan kepada Yang Mulia Pangeran Saud Al-Faisal, Menteri Luar Negeri Saudi."

Ruyati dihukum pancung atas dakwaan membunuh majikan perempuannya di Saudi pada bulan Januari 2010.

Perwakilan Indonesia di Arab Saudi telah melayangkan protes keras kepada pemerintah Arab Saudi karena tidak memberitahukan eksekusi hukuman pancung atas Ruyati binti Supabi, seorang penata rumah tangga yang membunuh wanita majikannya tahun lalu.

Sebagai bentuk protes, Indonesia telah menghentikan pengiriman TKI di sektor rumah tangga mulai 1 Agustus mendatang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.